MEMO INDONESIA.COM | JAKARTA
Perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada triwulan III-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,47% (year-on-year), meningkat dari 5,29% pada triwulan sebelumnya. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%.
Capaian ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh, peningkatan belanja pemerintah, serta kinerja investasi dan industri pengolahan. Sejumlah sektor jasa, seperti transportasi, akomodasi, dan makan minum, juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat.
Dari sisi investasi, realisasi pada triwulan III mencapai Rp528,7 triliun, tumbuh 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menyerap lebih dari 745 ribu tenaga kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,75% dan angka kemiskinan menjadi 8,07%.
Memasuki triwulan IV, Pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan melalui pengendalian harga pangan dan energi, penguatan UMKM, serta berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk bantuan pangan dan diskon transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk tahun 2027, mulai dari perluasan program magang dan vokasi, insentif perpajakan, hingga dukungan pembiayaan perumahan.
Capaian ini menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan berkelanjutan. Pemerintah akan terus memperkuat kebijakan yang terarah agar manfaat pertumbuhan semakin dirasakan masyarakat luas.
(Red)









