MEMO INDONESIA.COM | PIDIE
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan insiden penembakan saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, menjadi bahan evaluasi pemerintah agar peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa warga tidak terulang.
Hal itu disampaikan Yusril seusai menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Milad ke-65 UIN Ar-Raniry di Banda Aceh, Kamis, 5 November 2026.
“Terkait insiden di Tiro, Pidie, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, kami sangat prihatin dengan keadaan ini,” kata Yusril kepada wartawan.
Yusril menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Dia juga berharap warga yang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis segera pulih.
Menurutnya, pemerintah telah sepakat untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang melakukan penembakan sekaligus memastikan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Dari pihak pemerintah sendiri, sudah sepakat untuk dilakukan penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan dan siapa yang bertanggung jawab akan ditelusuri, serta akan dilakukan pendekatan hukum terhadap kasus ini,” ujarnya.
Yusril mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan terkait peristiwa tersebut. Dia juga membuka kemungkinan bertemu langsung dengan Pangdam untuk menjernihkan persoalan yang terjadi.
“Saya sudah berbicara dengan Panglima TNI dan juga Menko Polkam. Mungkin nanti saya akan bertemu dengan Pangdam untuk menjernihkan persoalan ini,” katanya.
Dia menegaskan, pemerintah menaruh perhatian serius terhadap insiden yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya terluka.
Yusril berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kekerasan serupa tidak kembali terjadi.
“Sekali lagi, pemerintah menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas wafatnya korban dan terjadinya luka-luka terhadap masyarakat. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua,”
(Red)









