BONDOWOSO – Partai terakhir debat publik Pilkada Bondowoso 2018, kembali pertemukan kedua paslon di Aula Hotel Ijen View, Minggu (3/6). Pada debat publik terakhir ini, kedua pasangan menyampaikan gagasannya dalam meningkatkan pembangunan Bondowoso dalam bidang  Kesejahteraan Masyarakat.

Adapun debat tersebut diawali dengan penyampaian visi dan misi sesuai dengan tema dalam waktu lima menit.

Paslon nomor dua, seperti disampaikan oleh Cabup Ahmad Dhafir, menguraikan, bahwa berbicara persoalan kesejahteraan rakyat identik dengan pengentasan kemiskinan. Hal ini bisa diputuskan melalui pendidikan. Terlebih lagi, bagi paslon nomer dua, bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.

Namun demikian, kata Dhafir, upaya dalam meningkatkan pendidikan bukan hanya membuat infrastruktur dan pemerataan pendidikan di desa maupun kota. Akan tetapi perlunya juga menanamkan pendidikan karakter yang tentu ini perlu didukung kualitas dan keberadaan teenaga pengajar.

Baca Juga : Wujud Komitmen Bersih, Dhafir Akan Daftarkan HP-nya dan Keluarganya ke KPK

“Ini bisa terlaksana jika tenaga pengajar dari Paud hingga SMA jika kesejahteraannya dipikirkan,” urainya.

“Ini jadi tanggung jawab kita. Kalau pada waktu yang lalu  paslon satu berupaya akan meningkatkan kesejahteraan PNS dengan LP (lauk pauk), saya berpikir itu adalah gagasan basi,” tambahnya.

Menurutnya, ke depan pihaknya akan mendorong peningkatan penghasilan bagi tenaga pendidik, melalui sejumlah tunjangan. Baik itu tunjangan  penghasilan, maupun tunjangan kinerja.

Dia meyakinkan bahwa hal itu akan terwujud pada 2019 mendatang, mengingat mayoritas anggota DPRD yang sekarang menjabat mendukung paslon nomer 2.

Menurut Dhafir, paslon nomer urut 2 juga akan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan, memfasilitasi dan membantu terbentuknya lapangan kerja. (och)