BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni menutup Festival Muharrom 2017, Selasa malam (3/10). Sebelumnya juga telah disuguhkan banyak hiburan dari putra-putri daerah. Mulai dari tarian, tarik suara, hingga peragaan busana. Sekaligus juga diberikan trophy kepada juara-juara kompetisi yang diselenggarakan selama 20 September hingga 3 Oktober 2017.

Bupati Amin Said Husni, mengatakan Fesmuh 2017 ini sejatinya adalah panggung kreatifitas. Ajang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Bondowoso untuk menggali yang terbaik yang dimiliki.

“Untuk dijadikan sebagai potensi unggulan yang pada kiranya mendorong produktifitas dan sekaligus menciptakan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” ujar Bupati dua periode itu.

Menurutnya, di ajang Fesmuh yang sudah diselenggarakan kesepuluh kalinya, pihaknya terus bertransformasi untuk mencari format kegiatan yang dapat menggali potensi yang ada di Bondowoso.

 

Baca Juga : Ketika Gemerlap Blue Fire Ijen ‘Pindah’ ke Pusat Kota Bondowoso

 

“Dan juga sekaligus menggelar prestasi yang bisa diciptakan oleh warga-warga terbaik kita. Dengan mengambil inspirasi dari kekayaan khasanah kita,” tambahya.

Sehingga malam ini, kata Bupati Amin, dengan inspirasi alam Bondowoso telah mampu mempersembahkan karya terbaik. Sekaligus menjadi inspirasi untuk menggali potensi ekonomi. Seperti Botanik dan BRK.

“Ini yang kita berikan panggung dan pentas untuk terus kita kembangkan dan kita jadikan potensi unggulan dan kembangkan kita.”

“Selama kreatifitas dan inovasi terus kita lakukan, maka selama itulah kita akan terus menghasilkan karya dan prestasi baru yang bisa menjadi sumber khasanah dan kebanggaan kita bersama,” papar Amin.

Bupati Amin mengharapkan ke depan masyarakat Bondowoso terus memanfaatkan potensi akal kecerdasan dan kekayaan alam. Sehingga, apa yang menjadi visi Bondowoso, yakni terwujudnya masyarakat Bondowoso yang beriman, berdaya dan bermartabat bisa menjadi kenyataan. (och)