JEMBER – Kabupaten Jember kembali dilanda bencana angin puting beliung yang menerjang pemukiman bersamaan dengan turunnya hujan.

Sabtu (28/12/2019), puting beliung merusak belasan rumah warga di Desa Suco dan Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari.

Menurut Heru Widagdo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember sebanyak 1 rumah rusak berat rata dengan tanah, 13 rumah rusak sedang-ringan, dan sejumlah pohon tumbang.

“Kerusakan berat rumah Ibu Supakmi (79) di Dusun Kemiri Songo, Desa Lampeji,” terang Heru.

Kerusakan tingkat sedang dan ringan rumah warga tersebar di Dusun Kemiri Songo sebanyak 9 unit, dan di Dusun Curah Laos sebanyak 4 unit.

BPBD mengerahkan 12 personil bersama relawan untuk mengevakuasi warga yang menjadi korban.

“Juga mengirim bantuan makanan untuk sementara dan memperbaiki rumah warga yang menjadi korban bencana,” ungkap Heru.

Selain itu, personil BPBD sebagian ditugasi khusus membersihkan pohon-pohon yang tumbang menghalangi akses jalan kendaraan.

Dalam catatan, sudah terjadi beberapa kali bencana angin puting beliung di Jember sejak mulai datang musim penghujan di pertemgahan Nopember hingga penghujung Desember 2019.

Pada 18 Nopember, puting beliung merusak 30 rumah, kemudian tanggal 4, 5, dan 9 Desember mengakibatkan lebih dari 100 rumah rusak.

Menurut sejumlah ahli, puting beliung melanda kota tembakau ini semenjak terjadi penambangan gumuk untuk diambil batu dan pasirnya.

Semakin sedikit jumlah gumuk diyakini mengurangi penghalang alami terjangan angin yang datang dari Samudera Hindia yang berada di sisi selatan Kabupaten Jember.