BONDOWOSO – Ada sekitar 2500 sepeda motor yang digunakan peserta untuk tiba di garis finis pada konvoi yang bertajuk jas hijau, Sabtu (15/04/2017). Di antara ribuan motor itu, ada satu motor tua yang jalannya sangat pelan dan berada di paling belakang.

Nampaknya pengendara tersebut kesusahan, selain lamban, motornya nampak tak bersahabat ketika melewati jalan berlubang. Motor tersebut adalah Honda C-70 tahun rakitan 1976 yang usianya hampir setengah abad. Si pengendaranya diketahui bernama Ahmad Muhyidin Shobir yang tak lain adalah Ketua DPD KNPI Bondowoso.

Muhyidin menyebutkan sengaja memakai motor tua “Jadul”. Bukannya tidak ada motor yang lebih layak untuk dipakai melainkan dia merasakan lebih mudah melebur dan menghayati acara konvoi yang bertujuan untuk mengingat jasa para ulama dalam berdakwah, memerdekakan dan menjaga keutuhan NKRI.

“Selain berdakwah ulama itu butuh perjuangan besar melawan penjajah dan menjaga NKRI agar tetap bersatu dan semua itu dibutuhkan kerja keras entah secara materi maupun pemikiran.”

Dia berpesan agar kaum muda tidak hanya mengingat tapi meneruskan apa yang sudah diwariskan oleh ulama karena di tangan pemuda masa depan akan ditentukan.

“Pesan saya untuk pemuda hari ini tolong jasa ulama diingat dan diteruskan karena di era modern ini hambatannya sangat besar jangan salah menggunakan fasilitas hidup yang makin instan,” pesannya.

Didin, sapaan akrabnya mengungkapkan sangat senang meskipun motornya sempat macet dan sampai paling akhir. “Inilah perjuangan yang membutuhkan kerja keras,” pungkas Didin. (abr/esb)