Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir saat duduk bersamaan dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bondowoswo

BONDOWOSO – Pasca menyatakan kesiapannya maju dalam Pilbup 2018, banyak muncul nama-nama yang digadang-gadang akan mendampingi Ketua DPRD Ahmad Dhafir untuk menjadi paslon cabup dan cawabup. Salah satu nama yang cukup santer diperbincangkan yakni Supriadi, Ketua Umum DPD Golkar Bondowoso.

Dalam acara yang berlangsung di Ponpes Daru Falah, Rabu (20/9), suasana menjadi cair saat joke Pilkada dilontarkan oleh Ketua DPRD, Ahmad Dhafir. Ia mengatakan, bahwa Supriadi yang merupakan Ketua DPD Golkar, selama ini selalu hampir jarang berseberangan dengan PKB, partai yang dipimpinnya.

“Jadi ini termasuk Partai Golkar Kebangkitan Bangsa. Kalau saya nyalon Bupati, sampeyan (Supriadi) dukung ndak?? Tapi saya nggak mau mendahului tokoh ulama di Bondowoso,” gelak tawa dan tepuk tangan penonton pun menggelora seantero halaman Ponpes Darul Falah.

Sementara itu, Supriadi ditemui usai acara Silaturahim Guru Ngaji, Takmir Masjid dan Pengelola Pendidikan di Lingkungan NU Kecamatan Cermee, di Ponpes Darul Falah, mengatakan pakaian senada yang dikenakannya dengan Ketua DPRD Ahmad Dhafir sebenarnya hanyalah kebetulan. Sehingga, tidak ada kaitannya dengan pemilihan Bupati.

“Ini nggak janjian, cuma kebetulan aja sama,” ujarnya.

 

Baca Juga : Melamar ke Demokrat, Ahmad Dhafir Akan Diusung Koalisi Besar?

 

Ditanya kemungkinan untuk mendampingi Ahmad Dhafir, Ketua DPD Golkar Bondowoso ini menjawab jika ada ridho Allah dan restu dari para ulama.

“Kita kan ingin mengabdi dan melayani masyarakat. Bukan ego, bukan emosi. Tapi kita melihat fakta. Seringkali saya mengucapkan kami berkali kali menyampaikan Bondowoso adalah masyarakat agamis dan religius, dan tidak terpisahkan dengan NU,” ujarnya.

Perihal koalisi dengan PKB, Ia menjelaskan Golkar siap merapatkan barisan di PKB. Namun demikian, ini masih belum keputusan final, karena masih harus mendapatkan rekom dari DPP Golkar.

“Mau tidak mau kalau dilihat dari politik. PKB tidak akan terpisahkan dengan Golkar, dan Golkar juga tidak terpisahkan dengan PKB,” pungkasnya. (och)