Share

BONDOWOSO – Pasca menyampaikan kesiapannya maju dalam kontestasi Pilkada 2018, Ahmad Dhafir mengklaim telah banyak partai yang melamar sebagai Cawabupnya. Tanpa menyebutkan partai-partai yang dimaksud, Ahmad Dhafir mengatakan bahwa sejauh ini sudah banyak perwakilan partai-partai yang melakukan pedekatan baik secara langsung kepadanya, maupun melalui tangan orang lain.

“Pak Tohari bisa cerita nanti bagaimana pendekatan partai-partai kepada Pak Tohari bagaimana berusaha supaya digandeng dengan saya,” ungkap Dhafir.

Namun begitu, Ahmad Dhafir hingga saat ini masih belum menyatakan sikapnya akan upaya-upaya pendekatan tersebut. Ia hanya megatakan yang mendapatkan restu para ulama dan masyarakat yang akan menjadi pendampingnya.

“Saya menunggu restu para ulama,” demikian disampaikan oleh Ketua DPRD tiga periode tersebut saat membuka acara pendidikan kader pertama di aula Gus Dur Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Minggu (1/10)

 

Baca Juga : PKB Bondowoso Targetkan 24 Kursi Pada Pemilu 2019

 

Seperti diketahui satu-satunya partai politik yang bisa maju tanpa harus berkoalisi yakni Partai Kebangkitan Bangsa. Dari dukungan kursi, PKB memiliki 12 kursi, sementara dari suara sah PKB telah mengantongi suara sah sekitar 115 ribu.

Sementara berdasarkan keterangan Saifullah, Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggara, untuk calon yang ingin lewat partai politik, ada dua jalan yang bisa dilalui. Untuk lewat jumlah kursi, harus mendapat dukungan minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD Bondowoso.

Artinya calon yang ingin maju lewat parpol harus memiliki dukungan sembilan kursi, karena jumlah kursi di DPRD Bondowoso 45. Selain itu, satu opsi lain mendapatkan dukungan lewat suara sah dalam pemilu legislatif terakhir atau pada 2014 silam.

Untuk syarat suara sah berbeda dengan jumlah kursi DPRD. Syaratnya minimal 25 persen. Suara sah legislatif pada pemilihan legislatif (pileg) sebelumnya sekitar 450 ribu suara. Sehingga, kandidat harus mendapatkan suara sah sekitar 113 ribu suara. (och)