Share

BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso Achmad Dhafir memanggil Pj. Sekretaris Daerah Soekaryo untuk memastikan apakah kasus dangdutan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sudah diselidiki oleh internal eksekutif.

“Saya menanyakan kepada Pj. Sekda terkait dengan joget pejabat yang lagi viral saat ini,” jelasnya di Wisam DPRD, Jumat (10/9/2021) malam.

Dhafir menegaskan bahwa persoalan tersebut harusnya lekas diusut oleh Inspektorat. Karena jika tidak, dampaknya sangat berbahaya bagi pemerintah. Karena ketika ada pejabat berjoget ria di tengah pandemi Covid-19, maka sosialisasi protkes dan larangan menggelar pengajian, salawatan dan semacamnya bisa diabaikan oleh masyarakat.

“Ada aduan dan protes dari masyarakat kepada DPRD. Masyarakat mengetahui, DPRD selama ini aktif sosialisasi Covid-19, memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mengapa pengajian tidak boleh, sholawatan tidak boleh, hajatan tidak boleh, tapi pejabatnya nyanyi-nyanyi boleh,” sesal Dhafir.

Baca Juga : Buntut Viralnya Video Diduga Kadisdikbud Bondowoso Nyanyi Saat PPKM, 10 Orang Dipanggil Polisi

Politisi PKB tersebut tak menyangkal jika telah muncul anggapan dari masyarakat bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Masyarakat pasti berfikir kenapa masyarakat yang dilarang, sementara pejabat dibiarkan.

“Yang lebih miris, ruangan yang digunakan adalah ruang kelas sekolah. Itulah kemudian saya berharap ada tindakan tegas dari Bupati,” harapnya.

Sementara itu, Pj. Sekda Soekaryo yang memenuhi panggilan Ahmad Dhafir mengatakan jika Bupati telah menyikapi persoalan persoalan tersebut. Menurutnya, Inspektorat telah mulai melakukan penelusuran ke lokasi dangdutan di SMPN 5 Bondowoso.

“Inspektorat mulai mengklarifikasi ke SMP 5. Untuk hasilnya ditunggu saja. Dalam hal ini kan harus cek dan ricek agar solusi-solusi yang diberikan tidak salah,” pungkasnya. (abr)