Share

SURABAYA – Melalui Pameran dan Forum Internasional diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan ketersediaan pangan sumber protein hewani yang aman sehat utuh dan halal(ASUH) untuk membangun SDM yg siap bersaing di era globalisasi. Hal ini disampaikan Kepala bidang Pengolahan dan Hasil Peternak Dinas Peternakan Jawa Timur, drh Diana Devi MKes saat mengikuti  Indo Livestock 2017 Expo and Forum di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (17/5) tadi pagi.

Diana mengatakan, Dinas Peternakan Jatim selalu mengikuti event-event pameran semacam ini agar pengunjung baik dari dalam ataupun manca negara mengetahui potensi ternak yang ada di Jawa Timur.

“Di Indo Livestock 2017 ini, Dinas Peternakan selalu ikut partisipasi pengisian pameran dengan harapan agar pengunjung bisa mengetahui potensi ternak di Jawa Timur. Misalnya, sentra ternak sapi di kabupaten mana? sentra ternak unggas di mana?. Pengunjungpun lebih mudah mendapatkan informasi dan bisa membuka jaringan-jaringan ternak yang ada di Jawa timur,” katanya.

Diana lebih lanjut mengatakan, untuk meningkatkan produksi peternakan harus didukung oleh pembangunan industri pakan ternak dengan harga terjangkau dan mudah diperoleh oleh masyarakat khususnya para petani atau peternak.

 

Baca Juga : KPPU Surabaya Awasi Pergerakan Harga Barang Pokok

 

“Diadakannya event semacam ini diharapkan bisa mempertemukan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dengan satu tujuan membangun bidang peternakan agar lebih baik,” ujarnya.

Diana menambahkan, pengembangan industri peternakan mempunyai prospek yang baik disebabkan oleh karena permintaan akan bahan-bahan yang berasal dari ternak akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan bergizi tinggi.

“Dengan menggabungkan berbagai konsep, yaitu antara konsep Sistem Inovasi Daerah (SIDa), sistem agribisnis, peternakan terpadu berbasis kawasan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan diharapkan dapat mengatasi masalah sehingga swasembada produk ternak dapat diwujudkan dalam rangka membangun ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Dinas Peternakan Jatim menjadi undangan khusus pameran dan diskusi terbesar Indonesia ke 12 melalui event ” INDO LIVESTOCK 2017 EXPO & FORUM ” yang diadakan di Grand City Convex, Surabaya,(17-19 Mei 2017).Pameran yang dibuka oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan RI (Dirjen PKH),I Ketut Diamirta ini meliputi industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu & perikanan yang di ikuti lebih kurang 300 perusahaan dari 30 negara. Selain berburu alat dan produk peternakan, pengunjung juga bisa membangun relasi bisnis. (sga)