BONDOWOSO – Tingginya angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di Bondowoso salah satunya disebabkan tingginya angka pernikahan dini. Selain itu, masih minimnya pengetahun tentang kesehatan reproduksi masih menjadi persoalan utama.

Hal iti mengemuka dalam Musrembang Kabupaten yang digelar di Pendopo Bupati, Rabu (22/03/17). Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai elemen masyarakat. masih tingginya AKI/AKB mendapat sorotan serius dari Murti Jasmani, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Edellweis yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak.

Menurutnya, solusinya adalah pelayanan dasar mengenai kesehatan harus di tingkatkan. Itu menjadi penting dilakukan, karena berbicara ibu hamil berarti membicarakan regenerasi, SDM yang harus dipelihara.

“Kalau ibu hamil sudah kurang diperhatikan, bagaimana dengan generasi berikutnya. Padahal generasi itu menentukan SDM yang nanti juga akan ngurus pemerintahan dan negara. Mengenai kespro yang fokus 2018 saya pikir tidak harus di tahun 2018 karena pelayanan dasar setiap tahun harus fokus bagaimana pencapaiannya,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa sebagai lembaga swadaya dan pemerhati pelayanan publik, pihaknya akan terus merekomendasikan bahwa pelayanan dasar harus ditingkatkan.

“Jadi lebih kepada bagaimana upaya pemerintah lebih serius dengan kebijakannya, contohnya pelayanan BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) bahwa disitu belum optimalnya pembiayaan terhadap kasus perempuan,” pungkasnya. (abr/esb)