Share

BONDOWOSO – Majunya Salwa Arifin dalam kontestasi Pilkada 2018 mendapat tanggapan dari Hj Isya’iyah As’ad. Dia adalah putri dari Kiai As’ad Syamsul Arifin yang merupakan kakak kandung KHR Fawaid As’ad dan KHR Kholil As’ad Syamsul Arifin, Keluarga Besar PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Ia mengatakan pada Memo Indonesia bahwa sebelumnya dirinya telah menanyakan rencana majunya Salwa dalam Pilkada 2018. Namun, Salwa menjawab bahwa dirinya enggan maju kembali karena alasan usia. Pertanyaan tersebut diulang-ulang disampaikan pada Salwa, untuk menegaskan sikap dari bacabup yang disung oleh PPP dan PDIP itu, dan jawabannya pun sama.

“Saya dulu sudah bilang, Ustadz, sampeyan ini kayak apa? sebelum dia ada rencana mencalonkan. Dia bilang usia saya kayak gini, insyaallah saya sudah tidak bisa. Bahkan saya bicara lagi takut ada belakangnya, tapi kenyataannya dia sekarang tetap maju, mungkin karena terpaksa dari orang yang pikirannya kurang memuaskan,” jelasnya.

Baca Juga : Nyai Sya’diyah Bermimpi Diminta Kiai As’ad Mendukung Dhafir-Dayat

Ia mengakui bahwa pada Pilkada sebelumnya Ia memang memaksa Kiai Salwa Arifin untuk menyalonkan diri. Akan tetapi, saat ini melihat kondisi usianya (Kiai Salwa) Ia pun meminta agar yang bersangkutan untuk mengalah kepada kaum muda.

“Usianya sudah kayak gitu, itu kan punya pondok. Dulu karena saya juga yang maksa, tapi yak apa lagi. Sekarang kan sudah ada yang muda, yang tua harus ngalah,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya pada konfrensi pers Sabar, Rabu malam (19/1), Kiai Salwa Arifin justru menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi yang sehat. Bahkan dirinya pun telah menjadi inspektur upacara, yang selama ini dirinya tidak bisa karena dinilai kesehatannya yang tidak memenuhi syarat. Karena untuk menjadi inspektur upacara itu badannya harus tegak.

“Tapi ternya kemarin kok ada petunjuk saya sebagai irupnya. Alhamdulillah saya tegak terus,” ujarnya.

Hal ini Ia sampaikan untuk menepis berbagai informasi yang beredar di media bahwa dirinya tidak sehat. (och)