BONDOWOSO – Kiai karismatik asal Situbondo, KHR Kholil As’ad Syamsul Arifin menyebut Sekda Hidayat sebagai wakil bupati ideal yang pantas untuk mendampingi Ahmad Dhafir sebagai bupati Bondowoso periode 2018-2022. Pernyataan itu muncul saat acara khotmil quran di kediaman ketua DPRD Bondowoso di Desa Tegal Mijin, Grujugan (22/11).

Kiai Kholil yang terlihat duduk di tengah-tengah para tokoh Bondowoso mengimbau kepada ribuan jamaah agar memilih dua orang yang tengah berada di sisi kirinya. Kiai Kholil menegaskan Bahwa Ahmad Dhafir dan Hidayat lah pasangan calon bupati dan wakil bupati yang pas untuk menahkodai pucuk pimpinan Bondowoso pasca kepemimpinan Amin Said Husni nanti.

“2018 nanti masyarakat Bondowoso akan pemilih bupati dan calon bupati. Ini calonnya, mereka sudah bergandeng,” tunjuk Kiai Kholil kepada Ahmad Dhafir dan Hidayat.

KHR. Kholil juga menuturkan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Bondowoso untuk berdoa, memohon kepada Allah agar pasangan pilihan ulama itu diberikan kemenangan dalam pemilukada nanti. Kiai kholil mendoakan agar masyarakat Bondowoso diberikan sosok pemimpin yang dapat memberikan manfaat besar demi kemaslahatan umat Bondowoso.

 

Baca Juga : Digadang Mendampingi Ahmad Dhafir, Ini Jawaban Sekda Hidayat

 

“Mari kita doakan calon bupati dan wakilnya yang ada di dekatnya ini. Kita doa kan mereka agar menang, demi kemaslahatan Bondowoso dan mendapatkan ridho Allah. Dibantu oleh Allah mumpung sekarang lagi turun hujan. Waktu yang istijabah untuk memohon doa,” ajak Kiai Kholil kepada ribuan jamaah.

Hidayat mengaku siap maju sebagi wakil bupati, apabila memang telah ditunjuk oleh ulama. “Saya tidak bisa menolak ketika ulama telah memilih saya,” jawab Hidayat, saat dikonfirmasi.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Dhafir yang telah lebih dulu mengantongi restu ulama, juga mengaku pasrah. Dhafir akan tetap teguh kan pendiriannya untuk selalu mematuhi petuah ulama. Termasuk dalam memilih seorang wakil Bupati.

“Saya sebagai pelayan ulama, di saat ulama mengatakan begitu saya harus tunduk. Saya siap dengan siapa pun asal memang perintah ulama. Jangan kan untuk itu, disuruh mundur pun saya akan mundur. Saya mohon doa restu agar dapat bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bondowoso,” pungkas Ahmad Dhafir. (abr)