BONDOWOSO – Ribuan lampion menyerupai blue fire terangi jantung kota, Selasa malam (26/9). Diiringi musik bernuansa islami, satu persatu lampion itu bergerak mengikuti irama musik. Seolah-olah seperti kunang-kunang berwarna biru tengah beterbangan melintasi jalanan kota Bondowoso.

Tentu lampion itu tak bergerak sendiri. Ratusan pelajar SD, SMP, dan SMA berdandan bak putri dan putra kerajaan Islam, menggerakkan lampion-lampion blue fire dengan gerakan seragam.

Pelajar ini mewakili sekolah masing-masing yang ikut berpartisipasi memeriahkan Pawai Lampion dalam rangka memperingati 1 Muharrom 1439 H.

Sementara itu, ribuan masyarakat telah tumpah ruah di kanan kiri bahu jalan. Lengkap dengan kamera handphone masing-masing, penonton mengabadikan moment yang hanya bisa disaksikan satu tahun sekali itu.

 

Setelah melewati rute sekitar 1 KM, tepat di depan pendopo setiap peserta melakukan atraksi tepat di depan forpimda. Setiap peserta hanya diberi durasi sekitar lima menit. Sementara masyarakat yang bersesak-sesakan selain bisa melihat langsung, juga disediakan layar ukuran 3×2 meter, untuk bisa melihat atraksi masing-masing sekolah.

Informasi dihimpun, ratusan pelajar ramaikan pawai lampion ini. Mereka berasal dari 18 sekolah, yang masing-masing sekolah digawaangi maksimal 25 orang.

Adapun tema yang diangkat “Amazing Blue Fire”. Menurut Junaedi, Koordinator acara pawai lampion, Disparpora, dipilihnya tema ini, karena Blue Fire dikenal sebagai destinasi wisata dunia andalan Bondowoso. (och)