Share

BONDOWOSO – Malam perayaan Festifal Kopi Nusantara 3 di Bondowoso Republik Kopi berlangsung meriah. Beberapa tamu penting turut hadir dalam ajang pesta kopi itu untuk memberikan penghormatan. Diantaranya Sekjen Kementrian Pertanian RI, Syukur Iwantoro, Bupati Tanjung Timur, Jambi, Robi Nahdiansyah, Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Syafrudin, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto, kemudian Surita Wardi dari Starbucks, dan Cahya Ismawadi dari Puslit Koka Jember.

Malam selebrasi itu diisi dengan talkshow bertemakan ‘Semarak Kopi Bondowoso Dalam
Meracik Warisan Sejarah Kopi
Indonesia’ bersama Presiden Bondowoso Republik Kopi, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni di Alun-alun Ki Bagus Asra, Sabtu (25/8) malam.

Dalam kesempatan itu, Bupati Amin menyebut bahwa untuk menjadikan Bondowoso sebagai republik kopi seutuhnya seperti saat ini, tak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya melalui proses perjuangan panjang.

Semua bermula ketika Bupati Amin mengklasterisai petani kopi untuk diberikan pengetahuan. Itu dimaksud untuk mengubah pola pikir petani yang mulanya hanya memproduksi kopi secara asalan, menjadi bisa menghasilkan kopi yang berkualitas ekspor.

Setelah dilakukan pembinaan, kualitas produksinya semakin bagus. Akhirnya, pada tahun 2011, kopi Bondowoso tembus ekspor untuk pertama kalinya ke mancanegara. Harga jualnya pun semakin tinggi. Mulanya yang hanya dihargai Rp.20.000 -Kg, saat ini melambung tinggi hingga Rp.80.000 hingga 100.000 -Kg.

“Dulu, Paling tinggi harga jualnya hanya Rp.20.000 -Kg. Sekarang sudah mencapai antara Rp.80.000 paling rendah, dan paling tinggi Rp.100.000 -Kg. Jadi para petani sekarang sudah menikmati dollar. Bagi mereka dollar naik makin bahagia,” papar Bupati dua periode itu.

Mengetahui capaian itu, Sekjen Syukur Iriyanto langsung memberikan tepuk tangan. Ia sangat mengapresiasi Kabupaten Bondowoso dalam mendongkrak pertanian kopi. Sebagai wujud apresiasi, Menteri Pertanian rencananya akan menyalurkan bantuan 500.000 batang bibit kopi unggul kepada Kabupaten Bondowoso.

“Kami lihat langkah-langkahnya sudah tepat. Fondasinya sudah kuat. Untuk promisi juga sudah luar biasa, ada Festifal kopi dan jazz the ijen. Makanya saya akan alokasikan program pemberdayaan masyarakat ke Bondowoso dengan menyalurkan 500.000 batang bibit unggul,” tutupnya. (abr)