Share

BONDOWOSO – Pernah menghabiskan malam di kawasan Legian, Bali? Bagi yang pernah, tentu tak akan lupa bagaimana romantisnya tempat ini.

Di antara ingar-bingar kendaraan yang lewat, di kanan kiri jalan berjejer cafe dengan beragam nuansa. Termasuk pula tempat-tempat nongkrong yang berjajar di trotoar. Muda-mudi yang didominasi wisman memadati kawasan itu. Menghabiskan malam, menunggu datangnya fajar.

Nah, untuk merasakan nuansa itu kini tak harus datang ke Bali. Kampung Kopi di Alun-alun Raden Bagoes Asra Bondowoso menawarkan romantisme yang nyaris serupa.

Sejak launching sekira dua bulan lalu, Kampung Kopi menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu kekhasan kopi Bondowoso. Betapa tidak, sedikitnya 15 kedai kopi berjejer di trotoar sisi selatan alun-alun tersebut. Para barista saling berinovasi menyajikan seduhan kopi terbaiknya.

Di Kampung Kopi, semua yang disajikan adalah spesialti kopi khas Bondowoso. Pola seduhnya pun bervariatif. Mulai dari manual brew, seperti tubruk, V60, rokpresso, french press, vietnam drip, hingga yang sudah menggunakan mesin espresso.

Di kedai milik Java Raung, misalnya, sebuah mesin single espresso lansiran Vibiemme tampak di meja bar. Berbagai alat manual brew juga terlihat berjejer rapi. Sementara si barista tampak sibuk menyeduh, menjadi daya tarik tersendiri.

Malam itu, Minggu (23/4/2017), ratusan pengunjung memadati kursi-kursi yang tertata rapi di trotoar alun-alun itu. Di bawah rerimbunan pohon, dan cahaya remang yang menyelinap, mereka tampak begitu asyik menikmati malam. Di tengah dinginnya malam khas Bondowoso, mereka menyeruput sajian kopi bersama orang-orang terkasih. Romantis.

Sinung Sudrajat, salah satu pengunjung yang datang mengaku begitu menikmati nyantai di Kampung Kopi.”Ini terobosan bagus dari pemerintah daerah,” ujar pria yang juga anggota DPRD Bondowoso ini.

Dia berharap, Kampung Kopi bisa terus berinovasi. Bukan hanya sebagai tempat nongkrong, tapi juga one stop showing. “Ada tempat edukasinya juga. Sehingga brand Bondowoso sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia semakin kuat,” harapnya.

Sementara itu, Yusriyadi, Pemilik Kedai Java Raung berharap agar Kampung Kopi bisa dipermanenkan. Karena menurutnya, Kampung Kopi menjadi etalase tentang uniknya kopi Bondowoso. “Paling tidak, setiap pengunjung yang datang ke Bondowoso bisa langsung mendapatkan sajian kopi berkualitas di Kampung Kopi, selain datang ke kedai-kedai yang kini juga banyak bertebaran di Bondowoso,” harapnya.

Begitulah, Bondowoso kini terus bersolek. Di antara objek-objek wisata yang dimiliki, Kampung Kopi kini juga menawarkan keunikannya. Romantisme ala Bondowoso. Lalu, tunggu apa lagi? Yuk ajak orang-orang tercinta ke Kampung Kopi. (esb)