Share

 

BONDOWOSO – Menghadapi kontestasi Pilkada Bondowoso, KPUD Bondowoso terus mempersiapkan diri. Termasuk jika di kemudian hari hanya muncul satu pasangan calon bupati dan wakil bupati saja.

Kendati begitu, menjelang pendaftaran bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, 8 – 10 Januari 2018, telah muncul dua pasangan yang siap memperebutkan posisi kursi P1. Dua pasangan dimaksud di antaranya Ahmad Dhafir dan Hidayat, yang dikenal dengan pasangan Sang Pemimpin. Pasangan ini sudah mengantongi rekomendasi sejumlah partai, di antaranya PKB dan Demokrat.

Kemudian, juga ada pasangan dari koalisi semangka, yakni Salwa Arifin yang merupakan representasi dari PPP dan Irwan Bachtiar yang juga ketua DPC PDIPBondowoso.

Walaupun kedua bakal calon pasangan itu belum mendeklarasikan secara resmi tapi, kedua pasangan tersebut telah santer dikabarkan mendapatkan restu dari sejumlah tokoh kiyai besar. Seperti, pasangan Sang pemimpin, Ahmad Dhafir dan Hidayat dalam kesempatan sebelumnya mendapatkan restu dari ulama kharismatik asal Kabupaten Situbondo, Kyai Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo.

Tak Kalah juga, pasangan Salwa Airifin dan Irwan Bachtiar yang juga telah melakukan “perkawinan kecil” di kediaman salah satu tokoh agama di Bondowoso, yakni KH. Ubaidillah, Poncogati.

 

Baca Juga : Kejaksaan Bondowoso Minta Data Parpol Peserta Pemilu

 

Menanggapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso melalui Komisioner Divisi Teknis Pencalonan, Saifullah menyampaikan tak bisa memberikan komentar terhadap munculnya pasangan ini. Tapi, Ia berpendapat bahwa semakin banyak calon yang muncul maka akan bisa meningkatkan partisipasi kehadiran pemilih.

Dengan begitu, target KPU pusat terhadap tingkat kehadiran pemilih  yakni, 77,5 persen bisa tercapai. Bahkan, bisa jadi melebihi dari target. Karena menurutnya, banyaknya paslon maka pendukung mereka pun akan semakin mengajak pemilih untuk memberikan hak suaranya di TPS-TPS.

“Tapi kalau berbicara partisipasi masayrakat, semakin banyak calon semakin tinggi masyarakat yang akan hadir. Insyallah target akan terpenuhi mungkin bisa jadi lebih,” ujarnya saat ditemui awak media, usai kegiatan Rapat Kerja Teknis bersama seluruh PPK di Aula KPU, Senin (11/12).

Akan tetapi, jika saat pendaftaran hanya ada calon tunggal, pihaknya pun siap. Karena, calon tunggal pun tidak ada masalah.  Namun demikian, berdasarkan mekanisme pendaftaran paslon Pilkada 2018, pendaftaran akan diperpanjang sebanyak tiga kali jika pendaftarnya hanya satu atau tunggal.

“PKPU tahun 2017, karena saat ini dalam proses revisi khawatir di tahun 2018 Pilkada serentak tahap tiga takut ada calon tunggal. Jadi itu masih tahap revisi. Maknya nanti mekanismenya itu isinya setuju atau tidak setuju,” jelasnya. (och)