BONDOWOSO – Jelang pergantian Tahun Baru 2018, ruas Jalan Pelita yang menjadi jantung Kelurahan Tamansari bakal ditutup. Penutupan bagi kendaraan bermotor ini dilakukan sebab kawasan tersebut akan menjadi area Kampung Kopi Pelita bertajuk Car Free Night (CFN).

Berbagai jenis hiburan dari pemuda pemudi di kawasan tersebut akan disuguhkan dalam empat panggung hiburan yang dibentuk atas kreasi warga sekitar. Seperti musik patrol, akustik dan beberapa hiburan lainnya.

Hampir di sepanjang Jalan Pelita pun juga tersedia 30 cafe atau warung yang nantinya juga akan menyajikan seribuan cup kopi gratis bagi pengunjung. Selain itu, juga ada 13 warung yang akan menyajikan makanan tradisional.

Menariknya lagi, beberapa halaman rumah warga yang semula lengang hanya diisi dengan tumbuhan maupun hiasan saja, disulap menjadi warung atau cafe, lengkap dengan berbagai aksesoris yang semakin memperkuat aksen kampung kopi.

Heru Sukamto, Ketua Paguyuban Kampung Kopi Pelita ditemui Memo Indonesia, mengutarakan dalam acara ini sekaligus juga untuk mengukuhkan Jalan Pelita sebagai Kampung Kopi Pelita.

“Kampung kopi Pelita ini ibarat bayi yang baru lahir, langsung kita dinobatkan dan dipersiapkan sebagai salah satu destinasi wisata baru di Bondowoso. Tapi, kami sebenarnya mempersiapkan itu secara bertahap mulai dari infratsruktur, produk serta SDM,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga Jalan Pelita, Kelurahan Tamansari Bondowoso akan membentuk kampung kopi. Rencana ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat Bondowoso sebagai kabupaten penghasil kopi yang dikenal dengan BRK (Bondowoso Republik Kopi).

Sumarsono, salah seorang warga Jl Pelita, memaparkan bahwa di sekitar jalan Pelita sudah terbentuk sekitar 25 kios dan cafe. Pemiliknya merupakan warga Jalan Pelita dari enam RT di Kelurahan Tamansari. (och)