Share

BONDOWOSO – Puluhan warga Jalan Pelita, Kelurahan Tamansari Bondowoso akan membentuk kampung kopi. Rencana ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat Bondowoso sebagai kabupaten penghasil kopi yang dikenal dengan BRK (Bondowoso Republik Kopi).

Sumarsono, koordinator Paguyuban Kampung Kopi Pelita, memaparkan bahwa di sekitar jalan Pelita sudah terbentuk sekitar 25 kios dan cafe. Pemiliknya merupakan warga Jalan Pelita dari enam RT di Kelurahan Tamansari.

Namun demikian, Ia mengharapkan agar ke depan pemerintah daerah juga turut membantu dalam keberlangsungan dan kontinyuitas dari kampung kopi ini. Bahkan, Ia berharap adanya dukungan pembinaan serta peningkatan sarana dan prasarananya.

“Kalau bisa nanti juga Pemda membantu membentuk car free night di jalan Pelita. Sehingga kampung kopi sendiri bisa berdaya di sini,” ujarnya.

 

Baca Juga : Sekda Hidayat: Penting Bentuk Karakter Anak di Fase Golden Age

 

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Bondowoso, Hidayat mengapresiasi rencana tersebut. Bahkan, pihaknya siap untuk mendukung wacana yang diinisiasi oleh masyarakat jalan pelita ini.

Ia pun menyatakan ke depan Bondowoso akan menjadi tempat transitnya pengunjung yang hendak menuju bandara di Jember. Karena itu, rencana kampung kopi ini memiliki peluang besar. Untuk kemudian menjadi tempat wisata yang bisa didatangi pengunjung saat mereka mencari kopi spesialtinya Bondowoso.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Harry Patriantono, menyampaikan terbentuknya jalan pelita sebagai kampung kopi akan menjadikan sebaga sentara ekonomi kreatif. Sekaligus bisa menjadi destinasi wisata baru.

Karenanya, kata Harry, pihaknya pun siap untuk memberikan pembinaan dengan membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di jalan Pelita ini. Sehingga kesiapan untuk menjadikan jalan pelita sebagai destinasi wisata bisa maksimal.

“Jalan pelita ini akan jadi city tour yang nanti akan kita masukkan ke dalam daftar rujukan wisata bagi tourist,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas PUPR Karna Suswandi, Kepala Diskoperindag Bondowoso Bambang, Kepala Dinas Pertanian Munandar, serta sejumlah Kepala OPD.(och)