BONDOWOSO – Sejumlah atlet dirgantara yang mengikuti kejuaraan Paragliding Trip Of Indonesia (TRoI) mengeluhkan akses jalan menuju lokasi take off event tersebut.

Salah satu diantaranya yakni, Kolonel dr Elisa Manueke, saat mengikuti press conference Paragliding TRoI di Resto Home Stay Arabica, Sabtu (14/10)

Elisa yang merupakan juara dunia pada nomer ketepatan mendarata Paragliding Word Cup (PGAWC) seri ke IV ini, mengatakan, dirinya membutuhkan waktu sekitar 45 menit hanya untuk menuju lokasi take off.

“Jalannya mungkin akan dibagusin lagi agar ke depan event-event bahkan internasional bisa lebih nyaman ke take offnya sehinga juga nggak terlalu lama,” jelasnya di hadapan awak media.

Ditemui terpisah, Sugeng Santoso, Pengarah Lomba Paragliding TRoI, mengatakan infrastruktur jalan menuju lokasi take off masih berdebu dan masih jalan tanah.

 

Baca Juga : Puncak Megasari Indah, Perlu Gelar Banyak Event Sport Tourism

 

“Jadi harapannya ke depan infrastruktur bisa lebih baik lagi. Sehingga temen-temen bisa enjoy lagi,” ucap Sugeng.

Menanggapi hal ini, Bupati Amin Said Husni, mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur dan sarpras. Namun, memang masih ada beberapa titik yang masih perlu disempurnakan.

“Karena sekalipun tempat ini bisa menyihir orang, tapi pemerintah tidak bisa menyihir dan merubah sekaligus jalan menjadi mulus. Karena itu perlu proses. Tapi, dalam waktu dekat saya akan menyempurnakan fasilitas,” demikian disampaikan Bupati dua periode itu.

Sementara itu, Bambang Hermansyah, Kabid Olahraga Petualangan, Tantangan, dan Wisata, Kemenpora, mengatakan, pihaknya bisa mensupport perbaikan infrastruktur menuju lokasi puncak Megasari. Namun, hal tersebut perlu diawali dengan permintaan dari pemerintah daerah dan induk organisasi paralayang di Bondowoso.

“Tentunya disampaikan ke Pak Mentri. Itu nanti ada unit yang akan menggodok itu. Intinya bisalah,” jelasnya. (och)