BONDOWOSO – Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT) Kabupaten Bondowoso memberikan pelatihan keterampilan perbengkelan dan Batako kepada pemuda karang taruna di tingkat desa. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bondowoso, Rabu (22/3/2017).

Ketua FKKT Kabupaten Bondowoso, Sutriono mengatakan, saat ini yang diikutkan hanya 15 desa dari 14 kecamatan. Sementara sisanya akan bertahap pada tahun berikutnya.

“Ini merupakan tindak lanjut dari penataan yang dilakukan Forum Komuikasi Karang Taruna (FKKT) Kabupaten Bondowoso pada tahun sebelumnya. Tahun 2017 ini fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk mengembangkan usaha produktif di masing-masing karang taruna,” paparnya.

Sutriono yang juga anggota DPRD Bondowoso ini juga mengatakan, jika memungkinkan pada APBD perubahan tahun 2017 ini akan diusahakan lagi program pemberdayaan untuk sembilan kecamatan sisanya.

“Meskipun tidak semua desa tercover. Saya harap pada APBD perubahan bisa ada lagi program pemberdayaan semacam ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sutriono menjelaskan, program seperti ini juga untuk pengembangan life skill peran pemuda ke depan.

Hal ini dilakukan agar pemuda bisa menjadi motor penggerak untuk Bondowoso bisa lepas dari daerah tertinggal.

“Kita kan sudah kadung dapat label daerah tertinggal, kita berharap di Bondowoso, usia produktif ini bisa menjadi generasi emas, menjadi motor, menjadi garda depan Bondowoso segera entas dari kemiskinan dan daerah tertinggal,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Sutriono juga akan memetakan potensi karang taruna di masing-masing desa.

“Ini embrio dulu, nanti kita lihat yang perlu diprioritaskan itu apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekekretaris Daerah Kabupaten Bondowoao Hidayat dalam dalam arahannya mengatakan bahwa ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mensejahterakan warganya.

“Kita akui bahwa Bondowoso ini daerah tertinggal. Namun kita tidak perlu kecil hati karena bukan daerah miskin,” papar sekda.

Sekda hidayat menambahkan, bahwa Pemkab Bondowoso sudah melakukan upaya-upaya agar status tersebut bisa berubah.

“Upaya ini terus kita lakukan agar Bondowoso segera keluar dari daerah tertinggal. Salah satunya pengembangan potensi pemuda ini,” pungkasnya.
(abr/esb)