Share

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menganggarkan sekitar Rp 650 juta untuk menggelar Festival Muharam 2017. Acara tahunan ini rencananya akan diselenggarakan tanggal  20 September hingga Oktober 2017 di Alun-alun Ki Bagus Asra

Ida Kurniati, Kasi Usaha Perdagangan dan Pengembangan Ekspor, Diskoperindag Bondowoso, menjelaskan dalam event tahunan ini pihaknya akan mengangkat lima unsur tematik. Yakni BRK (Bondowoso Republik Kopi), Botanik, The Highland Paradise, Kampung batik dan Ekonomi Kreatif.

“Kita mengangkat tema dengan tematik. Sesuai dengan arahan Bupati, kita akan bagi dengan beberapa tematik. Jadi untuk tenda itu akan dibagi. Tendanya itu terdiri atas lima unsur tematik. Contoh tenda A itu mengandung tema Bondowoso Republik Kopi,” jelasnya ditemui Memo Indonesia usai rapat koordinasi Festival Muharam di kantor Diskoperindag Senin (4/9).

Khusus untuk tenda dengan tematik ekonomi kreatif, kata Ida, pihaknya akan menggandeng 45 pelaku IKM dan UKM di Bondowoso. Ia mengakui jumlah IKM di kota tape ini mencapai ribuan, namun yang dipilih hanya 45. Ini karena terbatasnya anggaran dan tempat.

 

Baca Juga : FKN 2017, Disperta Bondowoso Pertemukan Petani dan Kementerian

 

“UKM dan IKM yang akan ikut serta ini bisa dikelompokkan menjadi mamin, konveksi, jasa dan logam. Ini UKM-nya ditunjuk, karena kan kadang ada IKM yang barangnya itu tidak ada. Barangnya hanya ada saat ada pemesanan. Jadi IKM yang kita tunjuk itu yang siap dan exist, tetep ready-lah barangnya,” jelas Ida.

Ia memastikan bahwa hampir semua OPD di Bondowoso akan turut andil dalam festival Muharam 2017. “Bukan cuma OPD nanti juga sekolah-sekolah seperti SMK juga akan ambil bagian,” tambahnya.

Ia mengatakan, Festival Muharam 2017 diharapkan bukan hanya bisa menjadi hiburan bagi masyarakat Bondowoso. Akan tetapi, lebih utama juga bisa menjadi ajang edukasi potensi daerah.

“Kita nggak mau ini disebut expo, karena kita tidak semata-mata penjualan. Kalau expo itu kan lebih kepada penjualan dan promosi. Pak Bupati maunya acara pemerintah daerah itu harus mengandung edukasi,” pungkasnya. (och)