BONDOWOSO – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bondowoso resmi memhapus festival layang-layang dalam kalender Ijen Festival 2017. Semula, festival layang-layang internasional ini akan diselenggarakan pada 27 Agustus 2017, di Kawah Wurung.

Ririn Mardikaningrum, Kabid pemuda dan olahraga, Disparpora, menjelaskan penyebab dibatalkannya festival layang-layang ini karena faktor cuaca, yakni terjadi kemarau basah pada Agustus 2017.

“Dibatalkannya festival layang-layang, dikarenakan satu alasan cuaca. Faktor alam itu mempengaruhi sekali, di mana di bulan Agustus itu seharusnya tidak ada lagi hujan, tapi sekarang masih terjadi hujan,” jelasnya.

Faktor lainnya, kata Ririn, yakni berkaitan dengan anggaran yang dialokasikan untuk festival ini. Dalam pagu anggaran Ijen festival 2017, dialokasikan Rp 100 juta untuk Festival layang-layang, dan nilai ini dianggap jauh dari cukup untuk penyelenggaraan tingkat internasional.

“Kalau untuk exhibition, cuma lingkup kabupaten, mungkin cukup. Tapi, kan goalnya kegiatan ini yaitu untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara yang bisa long stay di Ijen. Bisa membelanjakan uangnya di Bondowoso. Sementara untuk tingkat internasional ini diperlukan sedikitnya Rp 250 juta,” terangnya.

 

Baca Juga : Kelola Wilayah Ijen, Bupati Amin: Ayo Cepat-cepatan dan Kreatif-kreatifan

Namun demikian, pihaknya memastikan walaupun Festival Layang-layang dibatalkan, Disparpora telah mempersiapkan Event lain yang tidak kalah menariknya. Event ini digadang-gadang mampu mengexplore keindahan Kecamatan Ijen sehingga akan merangsang datangnya wisatawan dari luar daerah, Event itu yakni Ijen Enduro Chalange.

Ririn menjelaskan bahwa Ijen Enduro Chalange ini bukan hanya menjadi ajang prestasi dari New life style, tapi berkembang menjadi sport tourism yang mampu menggali, mengembangkan, dan mengembangkan potensi-potensi wisata di Kecamatan Ijen. Sehingga bisa menjadi sarana yang bagus untuk mempromosikan wisata daerah, produk, sehingga mampu menarik perhatian wisatawan domestik dan Internasional melalui olahraga sepeda.

“Karena skupnya nasional, dan juga mendatangkan wisatawan untuk melihat wisata alam maka diganti ke sport tourism yang Ijen Enduro Chalange,” paparnya.

Ajang mountain bike enduro ini, rencananya akan dilaksanakan pada 30 September sampai 1 Oktober 2017. (och)