Share

BONDOWOSO – Suatu perubahan masyarakat menuju kemandirian ekonomi tentu merupakan cita-cita semua lapisan masyarakat Bondowoso. Untuk mewujudkan hal itu, Dhafir-Dayat berkomitmen untuk berupaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat lewat tiga hal yang akan dilakukan dalam kepemimpinan Dhafir-Dayat kelak nanti jika terpilih. Demikian disampaikan Cabup Paslon Ahmad Dhafir, setelah mendapatkan pertanyaan tentang tatakelola pemerintahan seperti apa yang akan diterapkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Gedung EDC, Sabtu (21/4) malam.

Cabup Ahmad Dhafir mengatakan, bahwa tugas pemerintah sebenarnya ada tiga, yaitu menciptakan lapangan kerja, memfasilitasi terciptanya lapangan kerja, dan terakhir membantu terciptanya lapangan kerja. Menciptakan lapangan kerja oleh pemerintah diungkapkan Dhafir sebagaimana rekrutmen PNS.

“Menciptakan lapangan kerja sebagaimana rekrutmen PNS, sekalipun menjadi tanggungjawab pemerintah pusat” kata Dhafir.

Sedangkan memfasilitasi terciptanya lapangan kerja, lanjut Dhafir adalah kondisi dimana pemerintah harus memberikan kemudahan dan keamanan ekstra bagi investor untuk berinvestasi di Bondowoso. Karena menurut Dhafir, keamanan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh para investor yang hendak berinvestasi. Jaminan keamanan akan membuat investor tidak ragu lagi untuk berinvestasi, dan keberadaannya tentu akan menyerap bursa kerja masyarakat Bondowoso.

Baca Juga : Debat Publik, Paslon Dhafir-Dayat Lebih Tegas, Kuasai Materi dan Mendominasi

“Memfasilitasi, memberikan kemudahan dan rasa aman kepada investor yang mau berinvestasi  di Bondowoso. Untuk itu, pemerintah harus menjamin keamanan berinvestasi di Bondowoso. Karena yang mereka pikirkan adalah aman apa tidak kalai berinvestasi di Bondowoso,” tambahnya.

Sedangkan yang ketiga, tambah Dhafir, adalah membantu terciptanya lapangan kerja. Hal tersebut merupakan keharusan pemerintah untuk memberikan suntikan modal maupun teknologi agar potensi masyarakat Bondowoso bisa diberdayakan secara maksimal.

“Saat ini banyak masyarakat yang mempunyai keahlian di segala bidang usaha. Namun, karena terkendala urusan modal dan peralatan, usaha mereka terpaksa harus kandas di tengah jalan,” sambungnya.

Untuk itu, lanjut Dhafir, pihaknya berkomitmen akan hadir untuk membantu melancarkan bisnis para pelaku usaha yang ada di Bondowoso.

“Banyak anak muda Bondowoso yang punya kemampuan. Namun mereka butuh modal untuk mengembangkannya. Disitulah pemerintah harus memfasilitasi permodalan dan teknologinya agar supaya tercipta lapangan kerja,” pungkasnya. (abr)