Share

BONDOWOSO – Pasangan Ahmad Dhafir dan Hidayat mendapat nomer urut dua dalam kontestasi politik Pilkada 2018. Semua pendukung sontak memosting berbagai slogan dan gambar yang berkaitan dengan angka dua, bahkan ada yang mengaitkan nomer tersebut merupakan angka sukses yang dulunya juga dimiliki oleh Presiden RI Joko Widodo saat Pilpres 2014 lalu.

Menanggapi hal ini, Ahmad Dhafir dengan didampingi Hidayat, usai rapat pleno terbuka Pilkada 2018, Selasa (13/2), mengatakan, bahwa sebenarnya dalam kontestasi lima tahunan ini persoalannya bukan nomor. Melainkan bagaimana melaksanakan Pilkada di Bondowoso dengan aman, damai, serta kondusif.

“Jangan rusak persaudaraan kita, persahabatan kita hanya karena beda pilihan,” ujarnya.

Baca Juga : Warga: Merakyat dan Berpengalaman Jadi Keunggulan Dhafir-Dayat

Menurutnya, setiap pasangan calon memiliki niat dan itikad baik untuk membangun Bondowoso hebat. Sehingga, penting untuk tetap menjaga persaudaraan dan persahabatan walaupun berbeda pilihan.

Sementara itu, saat pelaksanaan rapat pleno terbuka pengumuman dan pengundiaan nomer urut pasangn calon bupati dan wakil bupati, di Aula Hotel Palm, Selasa (13/2), tampak semua pendukung yang turut hadir telah membawa poster-poster pasangan Dhafir-Dhayat lengkap dengan nomer urut dua sejak awal. Seolah telah mendapatkan “kode alam” , nomer tersebut benar-benar dipilih oleh Dhafir saat memilih satu di antara dua gulungan tertutup yang telah disediakan.

Setelah menunjukkan nomor yang dipilih, slogan ‘salam dua jari untuk Dhafir-Dayat pun bersaut-sautan, baik dari pendukung yang di dalam ruangan, maupun pendukung yang tak bisa masuk ke dalam Aula. (och)