BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni mengharapkan agar hotel-hotel di Bondowoso menyajikan kopi arabika Java Ijen Raung. Ini untuk memperkuat Bondowoso sebagai Republik kopi, termasuk menumbuhkan perkopiaan di kota tape, yang dinilai mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian Bondowoso.

Bupati Amin mengaku sedih karena setiap pengunjung ke Bondowoso bercerita tentang keinginan mereka menikmati kopi Bondowoso, tapi sulit ditemukan ketika di hotel. Padahal, para pengunjung sudah banyak yang berfikir bahwa Bondowoso merupakan Republik Kopi.

“Saya kadang-kaadang merasa sedih ketika ada tamu dari luar daerah menginap di hotel-hotel Bondowoso. Mereka dengar tentang kopi Bondowoso tapi ketika mereka hendak menikmati di hotel tersebut tidak tersedia. Jadi banyak yang bertanya, Pak Bupati katanya ini Republik Kopi tapi saat saya menginap di hotel X tidak ada,” cerita Bupati Amin saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan BPC PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), Kamis (10/8) di Hotel Ijen View.

 

Baca Juga : Kopi Bondowoso Curi Hati Anggota DPD RI

 

Bupati Amin mengakui harga kopi arabika relatif lebih tinggi dari harga kopi biasa. Tapi ada cara lain yang tanpa harus mempengaruhi efisiensi yang dikedepankan oleh pelaku industri hotel.

“Jangan kemudian karena efisiensi atau karena mahal lalu kemudian tidak ada option yang diberikan kepada tamu karena ingin menikmati,” ujarnya.

Menurut Bupati, pelaku industri hotel tidak perlu melakukan kulakan sendiri, tapi bisa dilakukan dengan cara berkolaborasi antara pelaku restoran hotel dengan kelompok tani sebagai unit pengelola hasil (UPH).

“Cukup UPH tu menitipkan kopinya, pihak hotel menyediakan counter atau tempatnya. Sehingga orang bisa menikmati apa yang menjadi kekayaan Bondowoso,” harapnya. (och)