Share

BONDOWOSO – Calon Wakil Bupati Hidayat blusukan ke gudang  tembakau di kecamatan Tamanan, Senin (6/3). Kehadirannya yang berlangsung spontan itu membuat heboh 400-an pekerja yang mayoritas perempuan.

Sambil mengenakan kemeja putih, Hidayat mendatangi kumpulan pekerja dan berbincang santai dengan mereka. Rata-rata banyak yang menyampaikan doa, dan harapan mereka terhadap pasangan calon nomer urut dua itu. Tak sedikit pula yang mengacungkan salam dua jari, yang diikuti dengan pantun yang berisi dukungan terhadap pasangan Dhafir-Hidayat.

Ibu Suarso, pekerja asal desa Kalianyar contohnya. Ia mengaku selama ini hanya melihat pasangan yang mendapat julukan Sang Pemimpin itu di gambar-gambar saja. Dirinya mengaku senang bisa bertatap muka langsung, bahkan bisa menyampaikan aspirasinya.

Ia berharap pasangan Dhafir dan Hidayat ini ke depan bisa membawa Bondowoso menjadi lebih hebat. Tentunya juga, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, bijaksana, dan adil.

“Mudah-mudahan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, bijaksana, dan berkeadilan. Yang salah ya disalahkan dan yang benar dibenarkan,” ujarnya dalam bahasa Madura.

Baca Juga : Dhafir: Saya Ingin Mengabdi Pada Masyarakat

Di tempat yang sama melalui Agus Putra, kepala gudang mengatakan semua pekerja sudah banyak yang mengenal siapa paslon Dhafir-Dayat. Selama ini, Dhafir-Dayat dikenal oleh warga sangat bermasyarakat.

Dia sangat banyak berharap kepada paslon Dhafir-Dayat, agar masyarakat kecil juga menikmati pembangunan pertumbuhan ekonomi Bondowoso. Selain itu, memperhatikan pendapatan para buruh yang bekerja gudang pengolahan ini. Rata-rata mereka menerima upah Rp 30 ribu dalam sehari.

“Saya sangat tahu paslon Dhafir-Dayat yang sangat bermasyarakat dan tidak pilih kasih terhadap siapa pun yang hadir atau menyapa beliau. Terbukti kebersamaan dengan para buruh berlangsung begitu intim,” tandasnya.

Sementara itu Hidayat, Cawabup pasangan Ahmad Dhafir ini mengungkapkan, silaturahmi yang dilakukannya ini sekaligus merupakan salah satu bentuk untuk menyerap aspirasi masyarakat  yang nantinya akan diolah dalam bentuk kebijakan. Karena memang kebijakan dari seorang pemimpin suatu daerah itu harus bottom up.

“Sehingga kalau kita membuat suatu kebijakan itu tidak hanya semata-mata top down, tapi aspirasi masyarakat itu menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Kedatangan Cabup Hidayat, juga melihat perkembangan usaha di bidang pemberdayaan ekonomi yang dimiliki oleh swasta yang menyewa tempat miliknya PTPN. Hal ini juga untuk mengembangkan aspirasi pengembangan ekonomi masyarakat yang sudah digagas oleh Dhafir-Dayat.

“Yang jelas kami ingin memperhatikan para buruh karena mereka juga mengangkat ekonomi Bondowoso. Kami ingin melihat aspirasi mereka. Tadi juga banyak yang berharap kami dapat lanjut dua peridode,” ungkapnya lagi

Terkait dengan tembakau, maka paslon Dhafir-Dayat melalui Dinas Pertanian akan terus membina masyarakat petani untuk mengelola tembakau lebih baik agar mempunyai kualitas yang tinggi. Kendati demikian, proses pengelolaannya juga akan diperhatikan yang akan berdampak langsung dengan penyerapan tenaga kerja.

“Kita akan membina dari hulu sampai hilir agar petani tembakau memperhatikan kualitas tembakaunya. Petani tembakau tidak sukses, otomatis gudangnya juga akan tutup dan berdampak pada angka pengangguran yang tinggi,” pungkasnya.(och)