BONDOWOSO – Suhu politik di Bondowoso menjelang Pilkada 2018 mulai menghangat. Walau pun masih belum penetapan calon, nama-nama bapaslon, Ahmad Dhafir dan Hidayat serta Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar, di media sosial sering menjadi topik utama pembicaraan warga net. Berbagai adu argumentasi dilontarkan oleh netizen, bahkan tak sedikit yang sampai berselisih paham. Parahnya lagi muncul black campaign tentang masing-masing keempat putra daerah yang maju di Pilkada.

Seperti contohnya, Bahrut, warga Desa Trotosari, dilaporkan oleh Saenol Hasan warga Desa Tegal Mijin ke Polres Bondowoso terkait adanya dugaan pencemaran nama baik melalui akun facebook pribadinya (Rudiantara Ajk) di kolom komentar grup facebook Suara Rakyat Bondowoso (SRB), Sabtu, (30/12).  Dalam kolom komentarnya, Bahrut mempercakapkan ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir dengan kata-kata yang dianggap telah mendiskreditkan dan melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga : Deklarasi Dhafir-Dayat, Ribuan Warga Bakal Sesaki Kota

Berbeda dengan suhu politik yang panas di media sosial, Ahmad Dhafir dan Salwa Arifin yang akan berlaga di kontestasi politik 2018 justru terlihat rukun dan mesra setiap kali berjumpa. Terbukti usai acara Sidang Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD PAW, Selasa (30/1), kedua putra daerah ini berjalan berdampingan dan bahkan bersenda gurau. Bukan hanya itu, mereka pun berphoto bersama dengan gaya menunjukkan jempol.  Semua pasang mata yang menyaksikan hal tersebut pun memberikan tepuk tangan dan tersenyum.

Ahmad Dhafir mengatakan bahwa dirinya telah komitmen untuk memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa Undang-undang memberikan kewenangan untuk menentukan pilihan.

“Dan ini bukan persaingan, apalagi kemudian berhadapan tetapi karena amanat undang-undang harus ada calon, punya hak memilih dan hak untuk dipilih,” pungkasnya. (och)