BONDOWOSO – Sebanyak 137 dusun di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, belum teraliri listrik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera melakukan langkah-langkah mengatasi hal tersebut.

 

Masih banyaknya dusun yang belum teraliri listrik itu dibenarkan oleh M. Erfan, Asisiten I Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi. Erfan tida merinci dusun-dusun tersebut. Namun, kata dia, dusun-dusun itu tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso.

 

Dia menjelaskan, masih banyaknya dusun yang belum teraliri listrik karena kondisi topografi Bondowoso yang pegunungan. “Itu nyebar karena memang kan kondisi topografi Bondowoso begini. Pegunungan. Kemudian lokasi pemukiman berpencar-pencar,” ungkapnya.

 

Dengan kondisi seperti itu, maka PLN kesulitan menyambungkan aliran listrik. Secara ekonomis, dusun-dusun yang berada di pegunungan itu dianggap tidak visible. Hal itu menurutnya wajar mengingat PLN sebagai lembaga profit.

 

Kendati begitu, kata dia, Pemkab tidak tinggal diam. Dia memastikan bahwa Pemkab telah mengajukan ke Pemprov Jatim agar 137 dusun itu teraliri listrik. Diharapkan pengajuan itu bisa segera ditindaklanjuti ke PLN Pusat. Mengingat saat ini, kewenangan terkait listrik berada di tangan Pemerintah provinsi.

 

Sementara itu, Asisten Manager PLN Area Situbondo Selamet Riyadi saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan bahwa salah satu penyebab kondisi tersebut karena medan yang sulit untuk menjangkau kawasan-kawasan itu. PLN Area Situbondo masih belum bisa melakukan penyambungan jaringan, karena masih menunggu tembusan dari PLN Pusat.

 

Selamet mengatakan tembusan itu akan didapat setelah Pemprov Jatim meneruskan laporan Pemkab Bondowoso ke PLN Pusat. Untuk itulah, pihaknya juga menyarankan agar Pemkab Bondowoso, memberikan bantuan berupa PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atau mikrohidro sebagai aliran listrik sementara. (och/esb