BONDOWOSO – Peringkat perolehan medali Kabupaten Bondowoso dalam pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim 2019 berada di urutan ke 37 dari 38 kabupaten/kota Bondowoso. Dibanding Porprov sebelumnya di Banyuwangi, kabupaten Bondowoso saat itu berasa di posisi ke 35.

Diterangkan oleh Ketua KONI Bondowoso Noer Soetjahjono, Jum’at (26/7), bahwa pada dari 19 Cabor yang diikuti di Porprov 2019 ini hanya ada lima Cabor yang berhasil meraih juara dengan raihan delapan medali. Yakni tiga perak dan lima perunggu.

Adapun cabor penyumbang medali yakni Balap Sepeda, Taekwondo, Paralayang, Senam artistik dan Tarung Derajat.

Meski urutan peringkat Bondowoso di bawah, pihaknya tetap merasa bangga. Pasalnya, semua atlet yang diikutkan merupakan asli putra daerah.

“Kalau peringkatnya kita masih di bawah. Yaitu di dalam 38, 37, baru kita 37nya itu. Tapi saya bangga, anak-anak telah berjuang semaksimal mungkin,” ujarnya.

 

Baca Juga : Peringkat Porprov Dua Terbawah, Bupati Salwa Tetap Beri Bonus Atlet Peraih Medali

 

Menanggapi hal ini, DPRD Kabupaten Bondowoso mengaku sangat kecewa dengan kinerja KONI saat ini.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Andi Hermanto yang menerangkan, bahwa kinerja Koni sangat mengecewakan. Pasalnya, setiap tahun dianggarkan dana untuk KONI, tapi pembinaan dibawah asal-asalan.

Dimana banyak cabor yang berprestasi itu tidak medapatkan sentuhan dari KONI.

Dicontohkannya seperti banyak atlet Bondowoso yang justru mendukung Kabupaten lain, seperti di Lumajang.

“Kalau menurut saya, kinerja KONI sangat mencewakan, karena setiap tahun kita menganggarkan dana untuk KONI. Tapi saya rasa pembinaan di bawah asal-asalan,” katanya.

Politisi PDIP itu juga menjelaskan bahwa anggaran yang digelontorkan ke KONI tahun 2019 mencapai Rp 2 Miliar lebih.

“Jadi hanya asal dapat uang dibagi-bagi gitu loh. Dia dapat jatah atau dana hibah dan itu cukup besar, 2 miliar lebih,” ungkap Andi.

Hal ini kata dia, juga bukan masalah besar kecilnya anggaran. Walaupun tak bisa dipungkiri anggaran juga mempengaruhi. Tapi jelas dia, lebih bagaimana kesiapan pengurus KONI sendiri.

“Tentu untuk bisa meningkatkan prestasi atlit kita yang ikut berjuang di setiap laga, baik itu Porprov ataupun yang lain-lain,” pungkasnya.(och)