BONDOWOSO – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK swasta kabupaten Bondowoso mulai memetakan mutu pendidikan.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat sekolah dan tingginya angka pernikahan dini di Bondowoso. Serta potret buram lulusan SMK yang gagal bersaing di dunia kerja dan dunia industri menuntut MKKS untuk mencari solusi yang komprehensif.

” Agenda tersebut adalah implementasi dari program kerja MKKS SMK swasta di kabupaten Bondowoso,” ujarnya.

 

Baca Juga : KPU Evaluasi Fasilitasi Kampanye Pemilu 2019

 

Disebutkannya, bahwa salah satu upaya implementasi pemetaan mutu dilakukan dengan kegiatan Workshop Penjaminan Mutu dan Pengembangan Kurikulum bagi 35 lembaga SMK swasta di Bondowoso. Workshop tersebut kata Mahrus, dilaksanakan, di Aula SMK NU Tenggarang mulai Selasa (23/7) hingga Kamis (25/7) besok.

Ia berharap komitmen yang besar bagi semua SMK khususnya SMK swasta di Bondowoso untuk bisa mengimbangi bahkan melampaui pencapaian SMK negeri.

“ini kan forum sekolah luar negeri (red, SMK sawasta) jadi harus mampu bersaing bahkan menyalip sekolah-sekolah negeri, orang swasta itu lebih luas dan liar berfikirnya jadi harus bisa terdepan,” katanya.

Saiful Haq, ketua MKKS SMK swasta Bondowoso juga menaruh harapan besar agar workshop menghasilkan rumusan-rumusan yang produktif, untuk bisa menjadi gambaran setiap sekolah dalam merumuskan kurikulum satuan pendidikan yang tepat

“Sehingga akan muncul lulusan-lulusan yang siap kerja-siap berwirausaha dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.(och)