Share

SITUBONDO – Perumda Pasir Putih dan Banongan Situbondo baru pertama kalinya dirasakan manfaatnya. Sebab, kedua tempat tersebut mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kabupaten Situbondo hingga miliar rupiah.

Kepastian itu disampaikan oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi pada saat rapat paripura pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023 di gedung DPRD, Rabu, 5 Juni kemarin.

Pria yang akrab disapa Bung Karna dalam sambutannya menyampaikan, pembubaran Perumda Banongan dan Pasir Putih membuahkan hasil. Bahkan kedua eks perumda tersebut telah memenuhi target untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tahun 2023, Pasir Putih telah menyetor PAD bersih sebesar Rp885 juta. Dibandingkan tahun 2021 dan tahun 2022 yang tidak menyetor PAD,”ujarnya.

Baca Juga : Dispertangan Situbondo Buka Suara Terkait Polemik Pemberhentian Tenaga Kebersihan BPP Kapongan

Kemudian, Bung Karna menyebutkan, untuk Banongan juga memberikan PAD yang cukup tinggi tahun ini. Sumber PAD yang berhasil didapatkan oleh Pemkab Situbondo tahun ini mencapai Rp3,7 miliar lebih.

“Dari tanaman sebesar Rp3,3 miliar, kemudian hasil penjualan kelapa, tebu, objek wisata dan ekspedisi penyewaan trasportasi sebesar Rp457 juta. Sehingga total jumlah pendapatan kebun Banongan sebesar Rp3,7 miliar,”jelasnya.

Dikatakan, bahwa pada tahun 2021 dan 2022 lalu itu masing-masing PAD yang disetor kepada Pemkab Situbondo hanya sebesar Rp152 juta. Jumlah tersebut jika dibandingkan pada tahun 2023 tentunya perbedaannya cukup jauh. (Ozi)