Share

SITUBONDO – Pemkab Situbondo bakal memberikan bantuan keuangan Rp200 juga bagi kelompok tani yang memiliki luas lahan pertanian 20 hektare dan siap menjadi percontohan pertanian organik. Program tersebut diharapkan dapat terealisasikan di tahun 2025 mendatang

“Pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran untuk bantuan mulai pembibitan (tanaman padi) termasuk pupuk yang dibutuhkan pertanian organik,” ujarnya Bupati Situbondo, Karna Suswandi, Jumat, 7 Juni 2024.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo akan memberikan pendampingan kepada kelompok tani mulai dari pembibitan hingga penanaman dan pemupukan yang menggunakan pupuk organik.

Anggaran sebesar Rp200 juta itu, lanjut pria yang akrab disapa Bung Karna ini, untuk pembiayaan bibit dan pupuk untuk luas lahan 20 hektare, sedangkan biaya pekerja dilakukan secara mandiri oleh kelompok tani.

“Kalau memang ada kelompok tani yang siap lahannya menjadi percontohan pertanian organik silakan sampaikan dan daftarkan ke Dinas Pertanian, nanti kami alokasikan anggaran untuk pembiayaannya. Oleh karena itu, bagi kelompok tani yang berminat mari segera mendaftar ke PPL setempat,” kata Bung Karna, sapaan Bupati Situbondo Karna Suswandi.

Baca Juga : Kunjungi Situbondo, Danrem 083 Ingatkan Anggotanya Bijak Bermedsos

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Basmalah menambahkan sampai saat ini baru ada sekitar 20 hektare tanaman padi yang menggunakan pola tanam organik.

“Pertanian organik di Situbondo sampai sekarang ada luasannya sekitar 20 hektare di wilayah barat Situbondo, yakni di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuglugur,” katanya.

Pemkab Situbondo mencanangkan sistem pola tanam organik karena ingin memulihkan fungsi kesuburan tanah yang saat ini banyak ditemukan lahan pertanian kurang produktif karena tercemar bahan kimia.

Dinas Pertanian setempat terus gencar melakukan sosialisasi kepada petani agar para petani beralih ke tanaman organik, karena pola tanam organik menguntungkan petani. (Ozi)