Share

SITUBONDO – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadispertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro mengungkapkan, bahwa kopi Kayumas, Kecamatan Arjasa sudah menjadi kopi organik. Tentunya itu menjadi salah satu kelebihan kopi tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Dadang saat menyampaikan sambutan dalam acara Molong Kopi Sareng Bupati di lahan kopi arabika di Dusun/Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kamis, 20 Juni 2024.

“Kopi Kayumas ini sudah menjadi kopi organik, petani di sini sudah tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali. Sehingga produk kopi Kayumas kita ini banyak dicari pasar nasional maupun global,” ujarnya.

Dadang melanjutkan, para petani kopi Kayumas juga sudah mampu mengolah kopi hasil panen menjadi kopi siap saji dengan kemasan yang menarik. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka.

“Saat ini petani kopi Kayumas tidak hanya memproduksi kopi gelondongan tetapi juga memproduksi kopi siap saji. Dan ini dijual ke berbagai daerah di Indonesia,” bebernya.

Baca Juga : Pemkab Bondowoso Anggarkan Rp 1,9 M untuk Susu Khusus Penanganan Stunting

Dadang menjelaskan, ada beberapa wilayah yang menjadi sentra kopi di Kabupaten Situbondo
Di antaranya di Desa Kayumas dan Dusun Taman Dadar, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Jatibanteng, dan Kecamatan Mlandingan.

“Perlu saya sampaikan, di Situbondo ada tujuh juta lebih pohon kopi baik itu jenis arabika maupun robusta. Jutaan pohon kopi ini tumbuh subur di lahan seluas 34.492 hektare dan total produksi 8.218 ton.” ucapnya.

Sementara itu, salah satu petani Kopi Kayumas, Dedi menjelaskan, harga kopi arabika basah Kayumas mengalami kenaikan. Dari yang awalnya Rp14 ribu per-kilogram menjadi Rp16 ribu per-kilogram.

“Untuk satu hektare lahan pertanian kopi di sini mampu menghasilkan tiga sampai empat ton kopi basah atau istilahnya itu gelondongan. Musim panen sendiri, mulai bulan ini sampai empat bulan ke depan,” ucapnya. (Ozi)