Share

SITUBONDO – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadispertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro menegaskan, bahwa pemberhentian Lukman Hardiansyah sebagai tenaga kebersihan lantaran jumlah tenaga kebersihan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kapongan sudah over kapasitas.

“Saya ingin sampaikan pemberhentian salah seorang pegawai non-PNS di Dispertangan karena setiap tahunnya kami melakukan evaluasi kebutuhan personel. Setelah kami evaluasi bahwa ternyata di BPP Kapongan itu sudah terlalu banyak personelnya di antara BPP lainnya,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 6 Juni 2024.

Dadang melanjutkan, idealnya di setiap BPP kecamatan ada sepuluh tenaga kebersihan, namun di BPP Kapongan jumlahnya lebih dari itu. Sehingga Dispertangan melakukan evaluasi kebutuhan tenaga kebersihan di sana.

“Jadi di sana terlalu banyak personel, akhirnya teman-teman di BPP Kapongan bersepakat untuk kebersihan di sana dilakukan secara gotong royong. Dengan begitu, kami putuskan bahwa di sana sudah tidak dibutuhkan lagi untuk petugas kebersihan. Jadi kami memutuskan memberhentikan yang bersangkutan,” beber Kadispertangan Situbondo.

Ia menambahkan, di dalam surat keputusan (SK) pengangkatan tenaga honorer kebersihan di Dispertangan ada poin bersediah diberhentikan dengan hormat apabila sudah tidak dibutuhkan. “Karena kebersihan di BPP Kapongan dilakukan dengan sistem gotong royong, maka kami memberhentikan dengan hormat yang bersangkutan,” tegasnya.

Baca Juga : Sedang Diinvestigasi Bawaslu Bondowoso, KPU Pastikan 2 Anggota PPK Terduga Pengurus Parpol Namanya Dicatut

Terkait pemberitaan di media massa, bahwa yang bersangkutan diberhentikan karena diduga berfoto dengan salah satu calon bupati, Dadang menegaskan itu tidak benar. “Jadi ini tidak ada kaitannya dengan politik ya, ini tahun politik mungkin dikait-kaitkan ke sana. Tapi sekali lagi, ini tidak ada kaitannya dengan politik, tetapi murni evaluasi dari kami,” terangnya.

Dadang memastikan, terkait kebijakan pemberhentian tenaga honorer di Dispertangan tidak melalui surat peringatan (SP) 1, 2 dan seterusnya. “Tidak perlu itu, karena di SK nya sudah ada klausul bersedia untuk diberhentikan dengan hormat apabila tidak dibutuhkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Lukman Hardiansyah, salah seorang honorer Dispertangan Kabupaten Situbondo diberhentikan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di BPP Kapongan.

Ia diduga diberhentikan dari pekerjaannya setelah setelah mengunggah foto bersama calon bupati Situbondo di story WhatsApp. “Saya kaget langsung mendapat SK pemecatan yang ditandatangi langsung Kepala Dispertangan Situbondo, Dadang Aries Wintoro, tertanggal 3 April 2024. Dengan keterangan dalam SK sudah tidak dibutuhkan lagi,”katanya, Kamis, 2 Mei 2024 lalu. (Ozi)