Data Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso menyebutkan, empat objek wisata penyumbang tersebut di antaranya adalah Kawah Wurung sebesar Rp 25 juta. Selanjutnya objek wisata Pemandian Tasnan sekitar Rp 18 juta. Pemandian Blawan menyumbang sekitar Rp 12,8 juta. Sementara Arung Jeram Bosamba menyumbang pendapatan sebesar Rp 8 juta.

Yudha, Staf Keuangan Disparpora Bondowoso, mengatakan tidak semua tempat wisata dikenai retribusi. Sementara ini yang dikenai retribusi dan dananya masuk melalui Disparpora hanya empat objek wisata tersebut. Pendapatan dari empat objek tersebut menurutnya langsung disetor ke kas daerah.

Sementara itu, Adi Sunaryadi, Kabid Pariwisata Disparporahub mengatakan bahwa untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di bidang wisata tentunya juga harus diikuti dengan perbaikan fasilitas pendukung lainnya di bidang wisata. Dan hal itu menurutnya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Selain itu juga menjadi pekerjaan bersama semua stake holder terkait.

Apalagi, kata dia, 70 persen objek wisata Bondowoso itu berada di wilayah Perhutani. “Jadi artinya wisata ini kan bukan hanya pekerjaan satu dinas saja. Tapi juga ada PUPR untuk perbaikan akses jalan, kemudian ada pemberdayaan masyarakat, Bapemas juga,” katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap akan terus melakukan perbaikan fasilitas dasar  di objek wisata di Bondowoso secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Seperti contohnya, tahun ini, kata Adi, Disparporahub akan konsentrasi dalam perbaikan Kawah Wurung, Tancak Kembar dan P28. (och/esb)