Share

BONDOWOSO – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) melakukan antisipasi kemungkinan bencana yang rawan terjadi di objek wisata alam di Bondowoso memasuki musim hujan ini.

Hal ini menyusul beberapa waktu lalu, objek wisata alam Tancak Kambar, di Desa Kupang, Kecamatan Pakem mengalami longsor.

Menurut Molyadi, Kepala Disparpora Bondowoso, dikonfirmasi Selasa (16/11/2021), pihaknya bekerjasama dengan BPBD Bondowoso dalam mendeteksi objek-objek wisata yang rawan bencana.

Di lain sisi, juga mengarahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memantau destinasi wisata di Bondowoso.

Baca Juga : Kadis Kominfo Harap Masyarakat Pro Aktif Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Situbondo

Pasalnya, memang mayoritas objek wisata di Bondowoso merupakan wisata alam.

Data dari Disparpora dari total 43 objek wisata. Mayoritas atau 39,53 persen (17 objek wisata) di antaranya merupakan wisata alam.

Sementara sisanya merupakan wisata desa (13,85 persen), wisat minat khusus (6,98 persen), wisata religi (6, 98 persen), wisata budaya (6,98 persen).

“Sehingga sedini mungkin dideteksi, kita juga mengarahkan TRC untuk memantau destinasi wisata kita,” tuturnya.

Ia menyebutkan, kawasan objek wisata yang rawan bencana yakni Tancak Kembar dan sekitar kawasan Ijen.

Pasalnya, merupakan kawasan pegunungan dengan vegetasi berkurang. Sehingga, menyebabkan daya serap air juga berkurang.

Lebih-lebih di kawasan Ijen beberapa waktu lalu juga pernah terjadi kebakaran hutan.

“Paling berpotensi longsor, karena mayoritas di Bondowoso solun tanahnya masih tebal. Lain dengan solun tanahnya yang sudah habis, yang memang struktur tanah padas. Itu tidak menimbulkan longsor, tapi banjir iya,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa selain menyiapkan TRC pihaknya juga telah memasang papan peringatan.

Termasuk, menekankan kepada setiap pelaku objek wisata agar meningkatkan kewaspadaan. Itu disampaikan setiap pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) objek wisata.

“Seperti Jum’at kemarin kami kedatangan tamu APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia) itu dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat sekitar, bagaimana cara mengatasi kalau gunung terjadi erupsi, longsor,” pungkasnya.(och)