Share

BONDOWOSO – Perkembangan pariwisata di Bondowoso terus mengalami peningkatan. Bukan hanya kunjungan wisatawan yang mengalami peningkatan signifikan. Tapi destinasi wisata baru pun terus bermunculan. Salah satunya, yakni objek wisata Tirta Agung di desa Sukosari Kidul, kecamatan Sumber Wringin.

Objek wisata yag baru dibangun selama sekitar empat bulan itu, sudah ramai di kunjungi wisatawan. Bahkan, dihitung dari retribusi parkir, jumlahnya setiap akhir pekan mencapai 800-an pengunjung.

Dani, Sekertaris Kelompok Sadar Wisa desa Sukosari Kidul pada Memo Indonesia, mengatakan, sebenarnya Tirta Agung ini masih belum dilaunching. Karena masih ada beberapa wahana yang belum dibuat, seperti kolam renang, kolam pemancingan, dll. Belum lagi sarana dan prasarana yang juga masih belum  lengkap. Hanya saja pengunjung sudah banyak, bahkan jika diakhir pekan pengunjung mencapai 800-an orang.

“Ini sebenarnya masih soft opening, masih banyak wahana yang belum dilengkapi,” ujarnya.

Baca Juga : Relokasi Pasar Induk Bondowoso, Diskoperindag Batasi Hingga Minggu

Objek wisata yang dibentuk dibawah naungan Bumdes itu, kata Dani, juga sudah dibentuk café yang mempekerjakan pemuda-pemudi di desa Sukosari Kidul. Tercatat ada 13 pemuda yang bekerja di objek wisata alam itu.

“Mengangkat perekonomian di desa, dengan salah satu cara yang akan kita lakukan mengurangi tingkat pengagguran,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, Objek Wisata Tirta agung menawarkan keindahan alam air. Nuansa alami terasa kuat, karena waduknya dikelilingi sawah. Kemudian tepat di pinggir waduk terdapat saung-saung yang dibuat dengan bambu dan jerami. Untuk menuju saung tersebut, setiap pengunjung hanya perlu melintas, jembatan berbentuk plus (+) dari kayu. Tepat di tengah waduk ada sebuah bidak kayu yang dikelilingi bunga. Tempat ini banyak dijadikan spot swa foto.

Menariknya, di pinggiran jembatan waduk itu terdapat kolam kecil yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menaiki perahu dayung. Cukup merogoh gocek Rp 2 ribu rupiah.

Suasana alam pedesaan pun semakin kental terasa, dengan sajian lagu-lagu khas daerah yang diputarkan oleh pengelola. Adapun di dekat pintu masuk, terdapat café bambu.(och)