Share
Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat melepas atlet kontingen Jatim pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017

SURABAYA – Kontingen Jatim sebanyak 350 orang terdiri dari 283 atlet dan 67 pelatih siap berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017 di Semarang. Kontingen Jatim akan berangkat ke Semarang dengan 7 gelombang disesuaikan pelaksanaan pertandingan. Gelombang pertama akan berangkat tanggal 9 September 2017 yaitu cabang olahraga sepakbola melalui stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya.

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meminta para atlet kontingen Jatim pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017 harus memiliki jiwa petarung. Ini penting karena semangat pantang menyerah atau achievement merupakan bagian dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam olahraga.

“Intinya selain menjadi juara para atlet hendaknya memiliki achievement, dan lewat kejuaraan Popnas ini mereka dilatih akan pentingnya penerapan semangat tarung. Karenanya Kontingen Jatim jangan sampai grogi di depan musuh,” katanya pada acara Pelepasan Kontingen POPNAS XIV/2017 Jatim dan Penutupan Pertandingan Olahraga dan lomba Seni di lingkungan Kantor Gubernur Jatim, di halaman Kantor Gubernur Prov. Jatim, Surabaya.

Selain memiliki jiwa petarung, dijelaskannya atlet juga harus menerapkan konsep sport-science. Lewat konsep sport scince ini tak hanya melatih fisik para atlet, tapi juga mental. Mental juara ini salah satunya didukung dengan kesehatan dan kecerdasan yang baik. Para atlet dituntut untuk cerdas, karena dalam pertandingan dibutuhkan kecerdasan untuk bisa mengatur strategi.

 

Baca Juga : Gubernur Jatim Dukung Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

 

“Pelihara kesehatan dengan gizi yang memadai, serta istirahat yang cukup. Yang terpenting juga adalah psikisnya juga harus sehat, karena 80 persen yang kesehatan seseorang ditentukan dari psikisnya,” jelasnya.

Menurutnya, tumbuhnya jiwa petarung pada diri setiap atlet sangat ditentukan oleh peran pendampingnya. Para pendamping harus mendampingi atlet dengan baik, sehingga bisa mengetahui kondisi masing-masing atlet. Selain itu, pendamping adalah pengganti peran orang tua para atlet, karenanya setiap komunikasi harus terjalin dengan baik.

“Jika ada kesalahan atau kekalahan jangan salahkan atlet, oleh sebab itu anak-ank ini harus diajak bicara, ditepuk punggungnya, dan terus disemangati,” ujarnya.

Pakde Karwo berharap, semua urusan terkait keperluan atlet Kontingen POPNAS XIV/2017 Jatim sudah terselesaikan dengan baik. Karena,  kontingen ini memiliki tugas berat membawa nama Jatim di kancah nasional. Disamping itu, konsumsi atlet mesti dipehatikan dan dikontrol serius.

“Saya memiliki harapan besar terhadap anak-anakku sekalian, semoga bisa menjadi juara pada event PopNas XIV/2017 yang diselenggarakan di Jateng,” pungkasnya. (sga)