Share

BONDOWOSO – Api obor Asian Games akhirnya tiba di Bondowoso Republik Kopi, Sabtu (21/7). Kehadiran ‘api abadi’ ini disambut hangat oleh masyarakat yang telah antusias menunggu sejak tiga jam sebelum kedatangan di Alun-alun Ki Bagus Asra.

Lebih menarik lagi, kesenian tradisional asli Bondowoso, singo ulung dan ojung, menjadi pembuka manis kedatangan api yang dijadwalkan akan diarak menuju 54 kabupaten/kota di bumi nusantara.

Tiba sekitar pukul 17.30, api obor Asian Games terpaksa masih harus tertahan di dalam mobil pengiring. Pasalnya hujan deras yang  mengguyur jantung kota sejak sekitar pukul 15.00 tidak memungkinkan untuk melakukan prosesi penyerahan api obor tersebut.

Hingga pada sekitar pukul 18.00 WIB, api obor tersebut baru bisa diserahterimakan oleh koordintaor Torch Relay Api Obor Asean games, kepada Wakil Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin yang didamping oleh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah. Usai itu, api tersebut masih didisplay selama sekitar 20 menit di panggung kehormatan. Banyak masyarakat Bondowoso yang memanfaatkan moment display api Asian Games tersebut dengan berswafoto.

Novela Yuni Pangistu, warga desa Kembang, kecamatan Bondowoso, mengaku terharu dan bangga Bondowoso Republik Kopi (BRK) ini bisa menjadi salah satu kabupaten yang disinggahi api obor Asean Games. Pasalnya, kehadiran api obor Asean Games ini pun dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Bondowoso di mata dunia, khususnya seluruh negara peserta Asean Games.

Baca Juga : Wabup dan Sekda Bondowoso Sambut Torch Relay Asian Games 2018

“Ya walaupun nggak ada atlet dari negara lain yang ikut kesini, tapi ini jadi kesempatan untuk mengenalkan BRK. Selain itu, antusias masyarakat ini kan menunjukkan kami memberikan restu dan kebanggan atas kesiapan Indonesia jadi tuan rumah Asean Games,”urainya.

Warga lain, Ahmad Busaeri, mengaku sengaja membawa sang putra menyaksikan rangkaian kirab obor. Dirinya, ingin mengajarkan sang putra agar bersemangat dalam berlatih.

“Kebetulan anak saya baru belajar basket. Siapa tahu nanti bisa menjadi atlet yang sukses,” ujar dia.

Usai di display, api Asean Games ini kemudian diserahkan kepada Plt. Sekda Karna Suswandi, untuk dibawa dengan arak-arakan mobil pengiring menuju kecamatan Wonosari. Kemudian akan diserahkan ke Kabupaten Banyuwangi di daerah Paltuding.

Permana Sunung Kertalampa, Penanggung Jawab Torch  Relay secara personal dan Teknikal, mengatakan, Bondowoso menjadi kota kedelapan dalam perjalanan api torch relay ini. Bondowoso menjadi salah satu kota lintasan, yang akhirnya bertujuan ke Gunung Ijen.

“Kita akan mengcapture tentang gunung Ijen sendiri, Ijen ini punya blue fire. Tidak semua negara punya blue fire. Salah satunya dimiliki Indonesia,”urianya.

Oleh karena itu, melalui torch relay ini, pihaknya ingin mengangkat pariwisata, budaya, sejarah dan kekayaan Indonesia. Sekaligus untuk menunjukkan semangat Indonesia, sebagai tuan rumah Asean Games 2018. (och)