JEMBER – Tersangka kasus dugaan korupsi dana Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Jember, Diponogoro, kembali mangkir pada pemanggilan ketiga yang dilayangkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember pada kamis 27/7/ 2017 kemarin. Untuk itu Korps Adhiyaksa yang baru saja merayakan hari jadi ke-57 ini disebut siap melakukan penjemputan paksa.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Ponco Hartanto, menerangkan, setelah dilakukan pemanggilan hingga 3 kali berturut-turut, tersangka tidak menunjukkan itikad baik untuk datang memenuhi panggilan kejaksaan. Upaya yang akan dilakukan Kejari Jember selanjutnya adalah penjemputan paksa.

Menurut Ponco, berdasarkan laporan pihak intelijen, tersangka saat ini masih berada di sekitar Jota Surabaya. Untuk itu diharapkan yang bersangkutan mau hadir memenuhi panggilan.

 

Baca Juga : Pemkab Diminta Segera Terbitkan Perbup Kewenangan Desa

“Karena sesuai deadline, batas akhirnya adalah hari Jumat hari ini (kemarin, red). Jika tidak hadir maka dipastikan pekan depan akan dilakukan penjemputan paksa,” ungkap Ponco kepada nedia usai acara pelantikan Kajari di Pusat penelitian Kopi dan Kakao Jum’at (28/7/2017) kemarin.

Kajari menerangkan, hingga saat ini pihaknya belum memasukan ke Daftar Pencarian Orang (DPO) karena sesuai prosedur tersangka yang tidak hadir memenuhi panggilan haruslah dilakukan penjemputan paksa.

“Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan, maka harus dilakukan pencarian terlebih dahulu hingga tiga kali. Jika tetap tidak ditemukan barulah status DPO bisa diberikan dan kejaksaan dapat meminta bantuan kepolisian untuk membantu menemukan keberadaan yang bersangkutan,” pungkasnya. (mam)