BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tahun 2017 ini mendapatkan dana hibah dari Kemenpora sebesar Rp 2,5 millar. Dana hibah ini diberikan untuk perbaikan stadion Magenda, yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Dari Rp 2,5 milliar ada administrasinya, pajaknya masuk semua di sana jadi plus minusnya itu Rp 2,2 milliar. Semua kegiatan pembangunan dan pelelangan itu dilakukan oleh pusat, Kemenpora,” ungkap Ririn Mardikaningrum, Kabid pemuda dan olahraga, Disparpora Bondowoso.

Ia menjelaskan dari dana ini akan digunakan untuk pembangunan saluran air, ruang ganti pemain dan kamar mandinya, pondasi serta tribun beton.

“Artinya belum dapat anggaran yang keramik baik tribun maupun kamar gantinya, termasuk untuk atap. Karena atapnya itu akan didesain kerangka baja. Jadi uang 2,2 M itu tidak cukup untuk rehab tribun,” tambahnya.

 

Baca Juga : Festival Layang-layang Dibatalkan, Ajang Ini Jadi Penggantinya

 

Ia mengatakan jika mengacu pada estimasi anggaran pembangunan tribun dari bawah hingga atap, berdasarkan perhitungan tim teknis PU disparpora, diperlukan anggaran sedikitnya Rp 4,6 miliar. Karena itu, 2018 mendatang pihaknya berharap ada bantuan lain baik dari Provinsi dan Pemerintah pusat, karena APBD Bondowoso tidak mampu untuk melakukan rehab ini.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu tembusan SK terkait dana hibah ini. Sementara terkait proses pembangunannya sendiri baru dilakukan pada Oktober 2017, selama 85 hari.

Sementara itu, Eko Sujarwono, Pelatih Persebo, mengharapkan agar perbaikan terhadap stadion Magenda segera dilakukan. Utamanya terkait kondisi lapangan dan tribun, pihaknya sangat malu menjamu tim lawan dalam Liga Tiga yang sedang berlangsung sekarang.

“Lapangan yang pertama, bagi pemain yang utama itu. Kemudian tribun kayak gini, masak kita menjamu tim lawan kayak gini. Kita kan juga malu dengan tribun seperti ini,” jelasnya. (och)