Share
Kadis PUPR, Drs. H. Karna Suswandi, MM.

Masyarakat Bondowoso mulai dari berbagai kalangan tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok satu ini. Drs. H. Karna Suswandi, MM merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang sangat bersahabat dan penuh dengan berbagai prestasi, baik tingkat Lokal maupun Nasional. Selain itu, dia juga aktif di organisasi PCNU dan di kepengurusan organisasi lainnya.

Sosok yang dikenal disiplin dan berprestasi yang juga mencintai olah raga volly ball ini mengawali karir sebagai Camat Pakem, kemudian karirnya naik setelah diangkat menjadi Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT). Tak hanya berhenti sampai disitu saja, karena kreatifitas dan kecerdasannya tak berselang lama naik ke eselon II lalu diangkat menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas). Berhasil dengan menahkodai Bapemas, Karna Suswandi kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdangan (Diskoperindag).

Pria yang akrab dengan nama udara sebagai Adipati Karna ini akhirnya kembali mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Pengairan. Di dinas inilah, Adipati Karna seakan-akan menyulap Dinas Pengairan yang sebelumnya tanpa prestasi menjadi satu-satunya dinas yang bisa membawa nama harum Bondowoso di tingkat Nasional. Itu menyusul setelah Dinas Pengairan menjadi juara satu dalam lomba Juru Pengairan kategori Operasi dan Pemeliharaan (OP) jaringan irigasi dan rawa teladan.

Berkat prestasi tersebut, Bondowoso dinobatkan sebagai kiblat sistem irigasi Nasional dan banyak dari kabupaten lain datang untuk melakukan study comparative ke Bondowoso. Satu persatu hingga nyaris tak terhitung prestasi diraihnya melalui sentuhan tangan kreatif serta pemikiran cerdas yang inovatif dan brilian seorang Adipati Karna.

Tak hanya pada sektor pembangunan saja, Adipati Karna juga membawa harum Bondowoso melalui olah raga volley ball yang dibinanya. Sehingga keberadaanya yang kreatif dan inovatif mampu memberikan warna positif bagi pemerintahan di Bondowoso. Tarmasuk saat dirinya dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) di Dinas Pertanian langsung melakukan teroboson dan inovasi sehingga Bondowoso dikenal sebagai Istana Organik.

Begitu juga saat perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai digodok di DPRD, di mana Dinas Pengairan dan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) akan dijadikan satu menjadi Dinas PUPR, Adipati Karna sempat diragukan menahkodai Dinas PUPR yang merupakan gabungan dari dua dinas tersebut. Alasannya sangat sederhana, yaitu karena Adipati Karna dianggap tidak memenuhi kualifikasi pendidikan sebagai orang teknik. Namun, berkat keberhasilan dengan prestasi yang diraihnya selama ini membuat bupati yakin dan memberi kepercayaan kepadanya untuk menahkodai Dinas PUPR tersebut.

Pilihan bupati rupanya tidak salah setelah kepercayaan yang diberikan padanya tidak disia-siakan oleh Adipati Karna. Itu dibuktikan dengan membuat gebrakan yang tak pernah dilakukan Kadis sebelumnya berupa inovasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Bondowoso, yaitu trial perkerasan jalan di beberapa titik. Rupanya, trial tidak hanya jadi ajang ujicoba dengan peralatan yang baik karena sekaligus mengatasi jalan yang rusak. Sehingga trial ini mampu memberi kontribusi tanpa menggunakan APBD.

Tak hanya itu, Adipati Karna yang sebelumnya juga sudah berhasil melakukan inovasi meningkatkan swadaya masyarakat dengan program Gemapildasi, saat menjabat Kadis PUPR dalam pembangunan jalan langsung menyiapkan konsep Jalan Wali yang merupakan konsep pembangunan jalan berwawasan lingkungan.

Akhir-akhir ini, Adipati Karna juga mampu mendatangkan donatur luar Negeri untuk terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur dan pendidikan di Bondowoso. Pembangunan infrastruktur tanpa menggunakan dana APBD itu adalah membangun jembatan gantung yang nilainya mencapai miliaran rupiah tiap titik. Dari tujuh titik lokasi yang sempat disurvey, hanya dua titik yang disetujui dan rencananya tahun ini mulai dibangun. Ternyata, tak hanya donatur Swis yang didatangkan melainkan juga donatur Jepang dan Qatar dalam rangka pengembangan pendidikan dan pesantren di Bondowoso.

“Kewenangan penuh ada pada donatur dan kita hanya memfasilitasi. Alhamdulillah dan patut kita syukuri ada dua titik jembatan gantung yang sudah disetujui dan bahan-bahannya sudah mulai disiapkan,” ujar Karna Suswandi saat dikonfirmasi di kantornya terkait kesiapan pembangunan jembatan gantung oleh donatur Swiss tersebut.

Adipati Karna lebih lanjut mengatakan, terkait donatur dari Jepang ada kesepakatan akan memberikan bantuan kepada 10 lembaga pendidikan di Bondowoso berupa pengadaan lahan dan bangunan yang nilainya minimal Rp 1,5 miliar per sekolah. Secara teknis, lembaga-lembaga tersebut tinggal menyiapkan pengajuan. Jika sekolah yang mengajukan itu masuk kriteria, diperkirakan akhir tahun ini sudah bisa direalisasikan.

“Selaku pengurus NU, tentu saya mempunyai tanggung jawab agar bisa berkontribusi terhadap pengembagan pendidikan di Bondowoso. Mudah-mudahan bermanfaat bagi NU dan masyarakat pada umumnya. Bantuan ini juga bisa dimanfaatkan sekolah Negeri dan sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Bondowoso,” sambungnya.

Saat ditanya apa yang membuatnya menjadi hebat dengan berbagai prestasi dan membuka jaringan luar negeri untuk terlibat pembangunan di Bondowoso, dengan rendah hati Adipati Karna menjawabnya bahwa keberhasilannya menakodai Dinas PUPR tidak terlepas dari kerja sama dengan para pegawai, masyarakat dan dukungan penuh dari Bupati dan Sekretaris Daerah. Tanpa kerjasama dan dukungan yang baik itu, tidak akan bisa meraih prestasi yang baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan dukungannya, utamanya dari Bupati dan Sekda. Sehingga penghargaan dan berbagai prestasi yang diraih bisa membawa harum nama Bondowoso di tingkat Nasional,” tambahnya lagi.

Adipati Karna menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin berkualitas tidak bisa dilepaskan dari proses kreativitas dalam menghasilkan sebuah inovasi. Sebagai seorang leader, Stars people memiliki tugas untuk mengelola setiap potensi yang ada dalam dirinya dan staf agar bisa diberdayakan untuk menghasilkan inovasi baru dalam perjalanan kepemimpinannya yang akan berguna bagi pemerintah.

“Bupati dan Sekda merupakan orang dibalik kesuksesan PUPR karena memberi ruang penuh untuk berkreasi dan berinovasi tiada henti hingga terus berkembang serta bisa memberi manfaat bagi masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.

Akademisi yang juga Wakil Ketua Dewan Pendidikan, Miftahul Huda mengatakan bahwa seorang pemimpin yang kreatif adalah mereka yang menyumbangkan ide-ide. Ketika para pemimpin merasa yakin bahwa mereka dapat menghasilkan kreativitas atau ide, maka hal itu akan tertular kepada bawahannya bahkan menjadi lebih kreatif.

“Seorang pemimpin sebaiknya mengasah kreativitas agar dapat terus menghasilkan inovasi baru. Hal ini yang menurut saya tengah dilakukan oleh pimpinan Dinas PUPR, Karna Suswandi,” ujarnya. (catatan redaktur)