Share

SURABAYA –  Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polrestabes Surabaya telah menetapkan satu orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) pungli di BPN Surabaya II pada bidang seksi pengukuran tanah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, dari lima orang yang ditangkap, 1 pegawai berinisial CN (48) ditetapkan sebagai tersangka. CN ditetapkan menjadi tersangka lebih dulu, karena saat OTT di laci meja kerjanya terdapat uang Rp 8 juta hasil pungli dari pemohon.

“Peran pegawai perempuan ini adalah pengelola dana pungli yang masuk dari pemohon pengukuran tanah,” katanya.

Shinto belum bisa menyebutkan berapa besaran nilai pungli untuk permeter tanah. Dia mengatakan masih akan memeriksa lebih dalam.

 

Baca Juga : Senin Besok Dua Kepala Dinas Pemprov Jatim Dipanggil KPK

 

“Kalau sesuai data di buku tabungan uang yang masuk fluktuatif, ada yang Rp16 juta ada yang Rp10 juta. Besaran pungli relatif tergantung luasan tanah. Pungli itu dimasukkan ke rekening yang dibuka sejak 18 November 2015 atas nama BS salah satu orang yang juga ikut ditangkap,” ujarnya.

Diungkapkannya, tersangka CN tidak bisa dihadirkan karena telah dibantarkan di Rumah Sakit karena menderita penyakit Diabetes dan hipertensi. Kasus ini masih didalami polisi, peluang jumlah tersangka masih bisa bertambah.

“Ini masih permulaan, kami masih mendalami. Kami juga akan melacak aliran dana pungli ini dinikmati siapa saja,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, lima orang pegawai BPN Surabaya II yang diperiksa adalah SL (56) Kasusbsi Tematik dan Potensi Tanah BPN Surabaya II, kemudian CN (48) dan AP (38) keduanya staf seksi pengukuran. Kemudian BS (33) dan ANR
(21) keduanya Pegawai Tidak Tetap (PTT) BPN Surabaya II. Dari lima orang baru satu yang ditetapkan tersangka. (sga/ron)