Share

SITUBONDO – Sosok Hanise (42), bidan desa yang berdinas di Polindes Ketah, Kecamatan Suboh yang tewas dibunuh oleh suaminya sendiri AHD (45), Kamis (13/1/ 2022) kemarin, dikenal sebagai orang yang baik di mata masyarakat.

Teman akrab korban, Amal Jariyah mengatakan, almarhumah memang dikenal sebagai sosok tulang punggung keluarga. “Jadi korban ini punya tiga orang anak. Memang suaminya tidak punya pekerjaan,” ucapnya, Jumat (14/1/2022).

Amal menjelaskan, korban juga dikenal sebagai pekerja keras. “Pasiennya banyak mas. Pagi-pagi jam mulai jam 05.30 WIB, almarhumah sudah melayani para pasiennya di Polindes Ketah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Amal menegaskan, suami korban memang dikenal sebagai sosok pencemburu. “Kalau tiap harinya ya sering bertengkar mulut saja. Bahkan dia juga sering mengikuti almarhumah saat bekerja melayani pasien,” tambahnya.

Lebih lanjut, Amal menerangkan, korban juga sering curhat terkait kelakuan suaminya. “Khususnya terkait kelakuan suaminya ini yang seiring korban kemana dia pergi,” tukasnya.

Sementara itu, ayah korban, Mursyid mengungkapkan, korban merupakan anak semata wayangnya. “Almarhumah itu tidak pernah menyala-nyala ke orang. Kok tega si Agus ini membunuh anak saya Anik,” ujarnya.

Mursyid berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya. “Saya minta kepada pihak kepolisian dia (pelaku -red) ini dihukum seumur hidup. Karena sudah membunuh anak saya. Nyawa ya harus dibalas dengan nyawa,” tutupnya. (Ozi).