SURABAYA – Dua dari tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan sadis yang menimpa pemilik warung kopi (Warkop) melek Suwatik (55) di Jalan Raya Lakarsantri RT 1, RW 1 Surabaya dua pekan lalu, akhirnya tertangkap oleh Tim Antibandit Polrestabes Surabaya, kemarin.

Dua orang pelaku yang dapat ditangkap adalah Arma Widiantara (34), warga Pucang Kerep 40, Pucang Sewu Surabaya ditangkap di daerah asalnya yaitu Dusun Talang Kembar RT 13 RW 05, Krajan, Montong Tuban dan Muhammad Rifai (33), warga asal Tinalan Gang IV nomor 6, Kediri yang tinggal di Jalan Bagong Ginayan No 661, Gubeng Surabaya ditangkap dekat kos-kosanya di Gang Kelinci Jalan Bumiarjo No 1 Wonokromo Surabaya. Sedangkan Arwan ditangkap di dalam pelariannya di Tuban. Sementara satu tersangka yaitu inisial AK masih buron.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan Saat ditangkap, keduanya terpaksa ditembak betis kakinya karena berusaha melawan dan komplotan tiga orang ini memiliki peran yang berbeda.

“Dengan kerja keras dan penyelidikan, Alhamdulillah hampir sempurna. Dua dari tiga tersangka pelaku curas dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Lakarsantri dapat kami tangkap,” katanya didampingi Kabid Humas Polrestabes Surabaya Lily Djafar.

Leonard Sinambela mengungkapkan komplotan tiga orang ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Rifai bertugas memantau situasi warung milik Suwatik dengan sering menyantroni warung tersebut. Setelah warung tutup, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tersangka Rifai dan tersangka Ak (DPO) kembali datang ke warung itu dan meminta perhiasan serta barang berharga milik korban. Sedangkan tersangka Arwan bertugas memantau situasi di luar untuk memastikan kondisi saat berlangsungnya aksi mereka itu aman.

“Korban sempat berontak dan berupaya melawan, hingga tersangka Ak mengeluarkan pisau dan menghujamkan ke tubuh korban. Tak hanya itu Rifai, juga ikut mengambil pisau untuk melukai korban hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Curi Sepeda Motor di 13 TKP, 2 Bandit Didor Polisi

 

Motif Komplotan ini, dijelaskannya melakukan pembunuhan yakni ingin menguasai harta milik korban. Barang milik korban yang berhasil dibawa kabur adalah perhiasan yang kemudian dijual dan laku Rp 7 juta, merampas dua handphone korban dan membawa kabur motor Honda Beat L 6288 NM milik korban, namun belum sempat dijual. Motor tersebut dititipkan di rumah temannya di Sidoarjo.

“Tersangka Arma mendapat Rp 2 juta dan tersangka Rifai mendapat bagian Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Sementara itu, ditegaskannya, untuk satu orang pelaku AK yang belum tertangkap agar segera menyerahkan diri. Karena posisi dan lokasi persembunyiannya sudah diketahui.

“Satu tersangka lain mudah-mudahan segera bisa kami tangkap.Pelaku yang belum tertangkap adalah eksekutor, yang membunuh korban,” tegasnya.

Kini, ditambahkannya untuk kedua pelaku sudah mendekam di penjara. “Mereka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain, yang ancaman hukumannya maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan terjadi di warkop Melek di Jalan Raya Lakarsantri RT 1, RW 1 Surabaya. Korbannya adalah pemilik warkop bernama Suwatik alias Watik. Orang yang pertama kali menemukan jenazahnya adalah orang kepercayaan Watik, Kholil.

Watik ditemukan tewas Kamis pagi (31/8) sekitar pukul 09.30 Wib. Saat dicek, ada luka bekas senjata tajam di bagian leher. Lalu, bercak darah berceceran di lantai kamarnya. Polisi kemudian memasang garis polisi atau police line di TKP agar tidak ada orang yang masuk. (sga)