Share

SURABAYA – Empat begal yang biasa beraksi di berbagai tempat di Surabaya berhasil dibekuk tim Anti Bandit SatreskrimPolrestabes Surabaya. Mereka adalah M Arifin (28) warga Babadan Surabaya dan Adi Cahya Putra (19), Yayan Dwi Kharismawan (24), Sugeng Widodo (26), ketiganya warga JlMargorejo, Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan akhir-akhir ini banyak pelaku kejahatan yang masih berani beroperasi tidak lagi di pinggiran melainkan di pusat kota.Ia menyontohkan tindak pidana kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir hingga berhasil mengamankan pelaku kejahatan jalanan.

“Yang berhasil kami amankan (selama operasi) salah satunya adalah komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan yang menyasar korban wanita,” katanya di Mapolrestabes Surabaya, kemarin.

Dari empat pelaku itu, dijelaskannya, tiga tersangka merupakan pelaku yang beraksi di jalanan dengan melakukan aksi penjambretan dan perampasan ke korban. Sedangkan Sugeng Widodo merupakan penadah.Komplotan ini biasa beroperasi di Jalan Diponegoro dan Jalan Ngagel. Aksi terakhir kali melakukan perampasan di Jalan Indrapura Surabaya pada hari Rabu (4/10) malam.

“Komplotan ini dipimpin Adi Cahya alias Bom-Bombiasa beraksi empat orang dengan pakai dua motor. Tiga pelaku kami tangkap dan satu DPO,” jelasnya.

 

Baca Juga : Tim Saber Pungli Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim Tangkap Dua Kabid

 

Diungkapkannya, mereka merampas tas milik korban Amanah Sari yang sedang naik motor. Komplotan ini, memepet motor korban, setelah itu tas korban yang membawa tas bersisi laptop, handphone (HP) dan dompet dirampas paksa oleh komplotan Bim Bim.

“Waktu itu, korban sampai jatuh dari motor dan mengalami luka-luka yang serius,” ungkapnya.

Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Kora Surabaya ditambahkannya jajaran Sat Reskrim Polrestabes Polrestabes Surabaya semakin meningkatkan patroli pengawasan di wilayah pusat Kota Surabaya maupun pinggir kota Surabaya yang masih marak terjadi tindak kriminalitas.

“Tindak pidana kejahatan jalanan terus menjadi konsentrasi bagi jajaran Polrestabes Surabaya, agar tercipta lingkungan masyarakat yang aman,” pungkas perwira dengan dua melati di pundaknya. (sga)