SURABAYA –  Pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Adam Holik (40) warga Rembang Surabaya terpaksa ditembak kedua kakinya lantaran berusaha kabur saat hendak ditangkap oleh Tim Antibandit Satreskrim Polrestabes Surabaya di akses Jembatan Suramadu, kemarin. Pelaku saat itu tengah mengemudikan mobil pick-up L300 yang diduga hasil kejahatannya dan sebelumnya sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan petugas.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela mengungkapkan, saat pelaku melintas, tim Antibandit mencurigai pelaku. Pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

“Pelaku berhasil ditangkap dan harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur. Setelah dilakukkan pengecekan, ternyata benar, mobil pick-up yang dikendarainya merupakan hasil kejahatannya bersama SD, seorang DPO di Kota Gresik,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Nyaris Punah, Seni Tradisi Bondowoso ini Digalakkan Kembali

 

Berdasarkan penyidikan, diungkapkannya, ternyata pelaku dan kelompoknya diketahui telah beraksi di 12 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Pelaku, berperan sebagai pengawas lokasi dan pengirim hasil curian ke Madura.

“Dari 12 TKP, yang pernah jadi sasaran tersangka di antaranya di Jalan Petemon Sidomulyo, Kelurahan Lontar Sambikerep, Menganti Gresik, Jalan Banjarsugihan, Tambak Osowilangun, dan lokasi lainnya,” ungkap mantan Kasubdit 2 Ditreskoba Polda Jatim ini.

Tersangka Adam Holik ini, dijelaskan biasa beraksi dengan lima orang komplotannya.Dua orang sudah tertangkap lebih dulu, dan kini disidangkan. Sedangkan dua pelaku lainnya, hingga saat ini masih diburu.

“Tersangka ini memang sepesialis curanmor. Setiap hasil curian selalu dijual ke Madura,” jelasnya.

Tersangka Adam Holik mengaku dirinya bersama kelompoknya terakhir kali beroperasi pada Ramadan lalu. Semua hasil curiannya, lantas dijual ke Sampang Madura dengan harga kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Saya hanya  dapat bagian Rp 600 ribu setiap kali kirim. Dan uangnya saya pakai untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” ujar pelaku.

Dari penangkapan tersangka Adam Holik, ditambahkannya, berhasil mengamankan barang bukti berupa satu mobil pick-up Mitsubishi L 300 nopol L-9330-C dan Honda Vario.

“Atas perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” pungkasnya. (sga).