Share

SURABAYA – Aksi bentrokan antara suporter Persebaya Surabaya dengan sejumlah anggota kelompok perguruan silat, Minggu dini hari (1/10), menelan korban jiwa. Dua orang pendekar dinyatakan tewas setelah dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang serius di tubuhnya. Dua korban diketahui bernama Eko Ristanto (25) warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro dan Aris (20) warga Simorejosari, Bojonegoro.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal mengatakan bahwa peristiwa tersebut benar adanya. Ia mengatakan bentrokan terjadi antara suporter Persebaya yang akrab disebut Bonek dengan anggota sebuah kelompok perguruan silat.

“Saat itu, kelompok perguruan silat tersebut ada kegiatan di Gresik. Sedangkan bonek baru saja menyaksikan pertandingan Persebaya melawan Persigo Semeru FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya,” katanya.

Kedua kelompok ini, diungkapkannya berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 Wib.

“Pihak kepolisian yang mengetahui kejadian itu berhasil membubarkan bentrok saat massa bonek dan sejumlah anggota perguruan silat ini bersinggungan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, massa bonek ternyata melakukan penghadangan terhadap iring-iringan anggota perguruan silat saat melintas di Jalan Raya Balongsari Surabaya. “Saat itu sudah pukul 00.30 Wib, Minggu dini hari. Massa bonek membakar satu unit sepeda motor yang menyebabkan dua orang anggota perguruan silat meninggal dunia,” jelasnya.

 

Baca Juga : Polisi Mediasi Bonek dengan PSHT di Mapolrestabes Surabaya

 

Ia menambahkan dengan mengundang seluruh kordinator lapangan bonek se- Surabaya akan dapat menemukan pelaku yang menyulut bentrokan hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Kami akan mengundang koordinator bonek se Surabaya dan pihak perguruan silat di Mapolrestabes Surabaya siang ini,” pungkas alumnus akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban tawuran antara Bonek Persebaya dengan PSHT Gresik.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga korban meninggal kemarin malam,” katanya.

Untuk selanjutnya, ditambahkannya akan mengirimkan perwakilan ke rumah korban tawuran tersebut sebagai permintaan maaf. Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling membalas.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya agar masalah ini diusut. Yang salah tetap salah. Agar tidak ada yang saling balas dendam,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pihak kepolisian dari Polrestabes Surabaya pasca kejadian tersebut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela. Pihak Polrestabes Surabaya juga menyakini bahwa pelaku tawuran tersebut akan segera tertangkap. (sga)