SURABAYA – Sebanyak 3,39 kilogram (kg) barang bukti narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim di Surabaya, kemarin.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Fatkhur Rahman mengatakan,Barang haram yang dimusnahkan tersebut diperoleh dari dua kasus atau tempat kejadian perkara (TKP). “Hari ini kami melakukan pemusnahan sabu sekitar 3,39 kg. Sabu diperoleh dari hasil ungkap kasus di Kota Surabaya di dua lokasi berbeda pada bulan Agustus dan Oktober,” katanya usai pemusnahan BB di Surabaya.

Ia menjelaskan,barang bukti pertama diperoleh pada tanggal 11 Agustus lalu sekitar 1 kg di Jalan Diponegoro Surabaya . Saat itu ada tiga tersangka yang kami amankan berinisial IR, AM, dan DBS. “Untuk tersangka DBS terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan pada anggota saat diamankan,” jelasnya.

TKP kedua, diungkapkannya berada di Jalan Simo Jawar VII No 29 Surabaya pada tanggal 2 Oktober lalu. Dari pengungkapan itu, BNNP Jatim berhasil mengamankan dua tersangka yakni wanita berinisial LT (31) dan laki-laki berinisial RN (34).

 

Baca Juga : Dishub LLAJ Jatim Segera Cetak Stiker Taksi Online

 

“Saat itu kami juga turut mengamankan tiga orang laki-laki di rumah kontrakan tersangka yakni MP (54), MT (32), dan CP (25),” ungkapnya.

Dari penangkapan tersangka, dipaparkannya selanjutnya dilakukan pengembangan penyidikan. Melalui tersangka RN yang diminta menunjukkan gudang sumber barang sabu miliknya, tersangka itu melakukan perlawanan kepada anggota.

“Tersangka RN saat di daerah Rungkut untuk menunjukkan lokasi gudang melawan. Petugas akhirnya melumpuhkan tersangka dan pada akhirnya RN meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Tembakan dari anggota ini sudah sesuai prosedur, karena tersangka RN melakukan perlawanan,” paparnya.

Ia menambahkan, kelima tersangka yang telah diamankan BNNP Jatim merupakan jaringan Surabaya dan Jakarta. “Ini jaringan Surabaya-Jakarta. Sabu ini untuk diedarkan di wilayah Surabaya dan tidak ada kaitannya dengan bandar sabu jaringan lapas (lembaga pemasyarakatan).Kini para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2209 tentang Narkotika,” pungkas Jenderal polisi bintang satu ini.(sga)